Wawancara Eksklusif
Kisah Mustari Affandi Kasat Pol PP, di Balik Layar Tugas Menertibkan Kota Jambi
Tribun Jambi berhasil Mustari Affandi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Jambi untuk menceritakan kisahnya.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
Kisah Mustari Affandi Kasat Pol PP, di Balik Layar Tugas Menertibkan Kota Jambi
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Dibalik kasat mata orang memandang, ada cerita dibaliknya. Tribun Jambi berhasil Mustari Affandi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Jambi untuk menceritakan kisahnya.
Berikut bagian dari wawancara Tribun Jambi dengan Mustari Affandi, Sabtu (27/03/2021) yang juga ditayangkan pada fans yage, dan akun Instagramnya Tribun Jambi:
Tribun Jambi: Boleh diceritain bang mulai terjun di Kota Jambi, mengabdikan diri di Kota Jambi?
Mustari Affandi: Saya asli dari Jambi, kelahiran Jambi 16 agustus 1975. Dibesarkan dengan 3 orang saudara. Begitu tamat SMA, saya kuliah di UNJA manajemen, setelah itu mencoba STPDN, yaitu sekolah begitu tamat langsung kerja.
Selama 4 tahun saya mengikuti pendidikan, tahun 97 saya tamat. Penempatan saya diluar daerah dapat di Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara menjadi sekcam.
2021 syaa pindah ke Kota Jambi mulai dari nol, saya menjunjung tinggi disiplin dan ditempatkan di Kantor KPU Kota Jambi.

Setalah itu menjadi kasi di kantor camat Kota Baru (Kobar), Sekcam Telanaipura, setelah itu menjadi kasubag protokol 5 tahun 3 bulan, setelah itu saya menjadi Kasubag Umum di Dinas Sosial, saya menjadi Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial.
Saat itu pak walikota membuka peluang kepada kami untuk ikut tes job fit Camat, karena saya pendidikan STPDN saya mencoba. Alhamdulillah saya dipercaya menjadi Camat Pasar pada 2015-2019.
2019 saya diberikan tugas berat untuk menertibkan pasar yang sangat kumuh, Alhamdulillah karena bekerja sama dengan stakeholder, itu pasar dari simpang bata sampai Masjid Raya, Gang Siku, dan lain-lain, itu bisa kita tata dan relokasi dengan tertib.
• Waspada Kota Jambi Hari Ini Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Petir Malam Nanti
• Tubuh Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Berserakan
• Trailer Ikatan Cinta Hari Ini 28 Maret 2021, Pelukan Al dan Andin Disampaikan Reyna ke Mama Rosa
Setelah itu saya pindah di Kantor Camat Alam Barajo, 1 tahun. Kenangan yang saya dapati adalah tiga kali sebagai camat berprestasi, yaitu camat teladan 2015, 2018, 2019. Di tingkat provinsi saya juara 3.
Setelah itu saya mencoba lelang jabatan, jabatan tinggi pratama, peluang yang saya lihat yaitu mungkin selalu menertibkan, mencoba menjadi Satpol PP.
Alhamdulillah pada saat itu pendaftaran di awal Februari tes tahap demi tahap, dan akhirnya 9 November nilai saya paling tinggi, dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Satpol PP.
Yang selalu saya tanamkan oleh anggota yaitu disiplin, kedua yaitu profesional dalam bekerja, ketiga peningkatan SDM.
Tribun Jambi: Apa yang abang rasakan sekarang menjadi Satpol PP dan sebelumnya menjadi camat?
Mustari Affandi: Saya menjadi lebih enak melakukan koordinasi dengan camat, karena saya pernah merasakan menjadi camat. Ibarat kata kalo camat 'capek capek nikmat'.
Saya bilang sama anggota kita harus menerapkan. 6K, dan 5T. Rincian 6T adalah koordinasi, komunikasi, kerja sama, kolaborasi, kekompakan, keikhlasan. Sedangkan 5T yaitu terencana, terukur,terarah,tegas dan tuntas.
Kalau dibandingkan pada saat di kecamatan sebagai Satpol PP. Satpol PP bukan hanya melakukan penertiban, tetapi laporan perganguan ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat juga kita sikapi.
Contoh, misal ada di satu kecamatan tanda tangan dari warga yang mungkin warnet mengganggu, itu hanya laporan seperti itu kita langsung sikapi. Kita ingin kerja cepat hasil nyata
Tribun Jambi: Apa momen yang menurut abang sangat berharga ketika menjadi camat?
Mustari Affandi: Panggilan camat tidak pernah hilang, ketika menjadi camat sering turun ke lapangan dan dekat dengan masyarakat, saya masih dipanggil camat.
Hal yang paling terasa dekat dengan saya adalah ketika saya tetap dipanggil camat meski saya bukan lagi camat. Pengalaman saya saat harus didemo pada saat jadi camat pasar diturunkan.
• MISTERI Kuburan Tua Menggelembung 1,5 Meter, Nisan Lain Sendiri Warga, Tak Ada yang Tahu Makam Siapa
• Armand Maulana Panik Anaknya Positif Covid-19: Menyedihkan Sih, Dia Nangis Tahu Positif
• Download Lagu DJ Remix Full Bass 2021, Ada Video Spesial DJ Breakbeat, DJ Tiktok hingga DJ Slow
Saya punya prinsip bukan mencari popularitas tetapi saya selalu mengatakan berjalan lah di dalam rel, jangan pernah berjalan di atas rel. Ketika ketika anda ditikungan kalo kecepatan tinggi anda akan jatuh. Tetapi ketika berjalan di atas rel akan bisa berdiri. Saya punya prinsip dalam bekerja adalah harga mati.
Tribun Jambi: Perasaan apa selama ini dan apa yang melekat ketika menjadi Satpol PP?
Mustari Affandi: ada kata-kata prajawibawa, praja: orang, wibawa: pelayan petugas yang berwiba. Alhamdulillah perjalanan Waktu saya berharap mereka mempunyai kepercayaan diri. Saya katakan kepada mereka kita ini pamong, pamong itu yang pertama harus pintar ngomong, secara humanis dan profesional.
Yang kedua pintar ngemong, ngemong itu sebagai pahlawan yaitu layani mereka dengan baik. Kewibawaan dari satpol PP itu bisa kita rasakan dari anggota sendiri.
Tribun Jambi: Bagaimana mengedukasi masyarakat sebelum kita menertibkan jika dari segi Satpol PP?
Mustari Affandi: Satpol PP fungsi utamanya adalah penegakan peraturan daerah dan juga pengamanan aset daerah.
Bagaimana menyelesaikan penertipan itu itu adalah skala skala besar kita memberikan kepercayaan kepada kecamatan dahulu. Misalnya ada pasar yang mau di tertibkan, kita minta pada kecamatan untuk memberitahu dahulu berupa pemberitahuan.
Jika sudah ada tahapan inilah sebagai bahan kita setelah itu misi terakhir baru kita katakan ada yang sudah melakukan pembongkaran sendiri setelah melakukan rapat dengan tim terpadu. sesuai dengan SOP satpol PP Permendagri nomor 54 tahun 2011 itu memang harus ada tahapan seperti peringatan 1 2 dan 3.
Tribun Jambi: Apa yang dirasakan kawan-kawan Satpol PP di balik layar yang orang tidak tahu?
Mustari Affandi: Personil kita hanya 241 orang, sudah dibagi lagi setiap hari dipenjagaan, dinas wali kota, kantor walikota, dll. Kita dituntut untuk menertibkan kota Jambi anggota ini membutuhkan peningkatan SDM, kesejahteraan, mungkin masyarakat tidak tahu.
Bahwa Satpol PP itu begini, makanya kita tekankan kepada anggota buang jauh-jauh yang sifatnya kegiatan pungli. Misalnya mereka mungut kepada pedagang kaki lima. Kedua memeras pelaku usaha, jika membantu boleh saja tetapi jangan menekan.

Selanjutnya yang sifatnya kriminal misalnya narkoba saya pengen waktu saya menjadi Satpol PP hal yang saya lakukan adalah menjadi Satpol PP yang bersinar. Saya katakan kepada anggota kalau memang seandainya hal yang sifatnya melakukan pencemaran nama baik, jangan sampai merusak harkat martabat dari Satpol PP itu sendiri.
Saya tanamkan motto Satpol PP satu untuk semua semua untuk satu. Kita bekerja untuk satu tujuan.
Begitu saya menjadi satpol PP tempat salat itu tidak ada, akhirnya saya berpikir kalau mengharapkan dana APBD itu tidak mungkin, akhirnya saya sepakat gotong royong untuk membangun, kita lihat tempat strategis di depan kantor untuk ukuran 9x9.
Insya Allah kalau jadi musala ini akan dinamakan Mushola Baitul Praja. Insya Allah musala ini akan menjadi nilai positif bagi satpol PP menjadikan satpol PP yang humanis agamis, dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang siapapun boleh salat.
Tribun Jambi: Satu image yang ingin dibangun untuk masyarakat terhadap Satpol PP?
Mustari Affandi: Tidak semua aturan masyarakat tahu, saya ingin mendekatkan diri kepada media cetak, contoh misalnya satpol PP melakukan kegiatan maka media cetak akan mewawancarai akan dimasukkan nilai-nilai dan aturan-aturan.
Tribun Jambi: Kalimat yang ingin disampaikan dan ditekankan?
Mustari Affandi: Kepada seluruh masyarakat, satpol PP juga memiliki tugas tanggung jawab untuk mengingatkan kepada semua masyarakat tetap jalankan protokol kesehatan yang pertama menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan menjaga untuk tidak bersentuhan.
Kami yakin tidak ada usaha yang menghianati hasil kalau kita berusaha selalu menjalankan protokol kesehatan insyaallah penurunan tingkat Pandemi Covid-19 akan semakin menurun.
• Lowongan Kerja PT Konimex Untuk 17 Posisi, Pendaftaran Ditutup 31 Maret 2021
• Reaksi Erick Thohir Jadi Sorotan Saat Digoda Presiden Jokowi Begini Semua Mau Dibeli
Masyarakat juga akan apabila taat Insya Allah akan terlepas dari Covid-19, dan kami selaku Satpol PP kepada seluruh masyarakat mohon dukungan dan bantuan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Khususnya dalam penegakan produk hukum daerah yang ada di Kota Jambi. Karena banyak masyarakat yang tidak tahu, tetapi silakan nantinya bisa menyampaikan kepada Satpol PP melalui Instagram, melalui Facebook, ataupun langsung ke Satpol PP untuk menanyakan apa yang tidak boleh.
Kami terbuka untuk masyarakat untuk pelayanan yang profesional humanis dan agamis.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)