Bom di Gereja Katedral Makassar
Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja Katedral Makassar Terjadi Setelah Ibadah Misa Kedua
Bom Meledak di Gereja Katedral Makassar, Potongan Tubuh Terlihat Tergeletak Berserakan. Rekaman saat terjadi ledakan beredar diduga Bom Bunuh Diri
Polisi sudah berada di lokasi kejadian.
Saat ini, pihak kepolisian sudah meminta warga untuk tidak mendekat radius 50 meter dari lokasi terjadinya ledakan bom di Gereja Katedral Makassar.
Rekaman CCTV saat bom meledak di sekitar Gereja di Makassar (CCTV)
Menurut saksi mata, Irsa mengatakan, membawa korban ibu-ibu dan empat anak-anak.
“Ibu parah pendarahan, tidak berhenti pendarahan,” katanya dikutip dari Kompas TV.
Namun, sampai saat ini, pihak berwenang belum bisa memastikan adanya korban.
Dari laporan jurnalis Kompas TV, Ekky melaporkan belum ada juga keterangan, apakah bom bunuh diri di Makassar atau bukan.
"Kami belum bisa mendahului proses penyelidikan," katanya.
Baca juga: Tubuh Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Berserakan
Polisi juga sementara masih menyisir Gereja Katedral Makassar.
Tak hanya polisi, wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto sudah datang untuk ikut menyisir lokasi ledakan.
Danny Pomanto mendapatkan pengawalan ketat dari pihak keamanan.
Rekaman video beredar luas
Sebelumnya, peristiwa itu terekam video amatir dan beredar luas di masyarakat.
Dari video yang beredar, ledakan berawal dari sebuah kendaraan roda doa.
Bahkan, ada informasi yang menyebut ledakan itu adalah bom bunuh diri.