Campus Blitz
Sosok M Ridho Adryan Putra Mahasiswa Unja Investor Milenial Pasar Modal Indonesia
Modal awal Ridho investasi saham yaitu sebesar Rp 2 jutaan. Dan selama ia berinvestasi pernah loss dan juga pernah untung.
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kaum milenial mendominasi pertumbuhan investor Jambi saat ini.
Satu diantara kaum milenial yang berinvestasi di pasar modal Indonesia yaitu M.Ridho Adryan Putra, Mahasiswa Universitas Jambi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Ekonomi Pembangunan.
Ridho berinvestasi di pasar modal indonesia khususnya saham. pertama kali ia investasi saham waktu itu saat ia bergabung dengan kelompok studi pasar modal Universitas Jambi.
“saya tertarik dengan saham itu, pertama saya udah penasaran pada saat masih di bangku SMA. Tetapi waktu itu masih gambarannya saja belum ada actionnya. lalu saya mulai berinvestasi saham saat tergabung bersama kspm. disana saya banyak belajar tentang pasar modal analisa dan sebagainya,” ujarnya melalui WhatsApp, Sabtu (27/03/2021).
Mahasiswa yang menjabat sebagai ketua umum asosiasi kspm/s seluruh indonesia komisariat jambi mengatakan, Cara berinvestasi di pasar modal itu sangat mudah khususnya saham, tetapi masih banyak masyarakat jambi khususnya yang belum tau bagaimna caranya. dan masih banyak yang belum bisa membedakan antara investasi yang legal sama yang bodong.
Ridho menyampaikan untuk investasi saham sendiri itu pertama membuka akun saham lewat perusahaan sekuritas, dan persyaratanya hanya ktp dan buku tabungan.
“Biasanya biaya pembuatan akun saham sebesar Rp 100 ribu, itu langsung masuk ke RDN (rekening dana nasabah),” ungkapnya.
“Untuk keuntungan berinvestasi di saham khususnya itu ada dua, yaitu capital gain ( selisih harga beli dan jual) lalu ada dividen (laba bersih yang di bagikan perusahaan ke pemegang sahamnya),” tambahnya.
Modal awal Ridho investasi saham yaitu sebesar Rp 2 jutaan. Dan selama ia berinvestasi pernah loss dan juga pernah untung.
Ridho mengatakan, harus hati-hati dalam memilih perusahaan yang baik dan bagus. Dan harus paham terhadap bisnisnya, sehingga bisa meminimalisir resikonya.
“Investasi saham itu juga ada resiko nya. high risk hign return. Nah, yang membedakan investasi legal dan bodong salah satunya ini. investasi bodong biasanya memberikan hasil yang luar biasa tanpa resiko,” jelasnya. (Tribunjambi/Vira Ramadhani)
Baca berita lain terkait Unja