Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Menderita Karena Kebenaran

Bacaan ayat: Matius 5:10-12 (TB) - "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagiala

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus menyadari bahwa memberitakan kebenaran bukanlah perkara yang mudah.

Para nabi yang tercatat dalam Alkitab, kisah kehidupannya tidak jarang harus berakhir secara tragis.

Pengucilan, intimidasi, ancaman, harus melarikan diri dari kejaran penguasa, bahkan kematian bisa datang kapan saja.

Meraka juga bergumul dengan rasa takut, tidak percaya diri kecemasan, kesepian, dan berbagai hal yang membebani kehidupan karena memberitakan kebenaran.

Fakta ini diangkat oleh Yesus untuk memberikan penghiburan kepada banyak orang agar tidak putus asa ketika menderita dalam memberitakan kebenaran.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Yesus Kristus, Sang Pengantaran

Dalam hal ini, yang Yesus maksud dengan kebenaran adalah kebenaran Allah sendiri.

Tolok ukur kebenaran adalah Allah, karena Allah adalah kebenaran itu sendiri. Dalam kacamata yang lebih sederhana bahwa Allah dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Kebenaran.

Yesus memberikan pengajaran bahwa kita disebut berbahagia meskipun harus menderita karena Kebenaran.

Pertama, para nabi mengalami hal yang sama. Ini membawa penghiburan bahwa kita tidak sendirian.

Ada orang-orang percaya dimasa lalu yang telah memberikan teladan hidup yang baik dan mereka harus mengalami penderitaan karena kebenaran.

Kedua, kehidupan kita berorientasi pada jaminan kehidupan kekal yang dijamin dalam Yesus Kristus.

Cara pandang dalam kekekalan membuat seseorang tidak melekatkan diri kepada apa yang ada saat ini, atau apa yang terjadi saat ini, namun pada masa depan yaitu memperoleh kehidupan kekal bersama Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Keselamatan yang Seutuhnya

Ketiga, kita telah menjadi warga Kerajaan Sorga.

Jika pun ujung penderitaan adalah kematian, kematian justru menjadi pintu untuk masuk dalam keselamatan yang sesungguhnya, yang telah Allah sediakan bagi setiap orang yang percaya.

Sadari setiap saat, bahwa kita mempunyai tugas untuk bersaksi: memberitakan kasih Allah atas kehidupan kita dan semua ciptakan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved