Mama Muda tak Berdaya Digoyang Kakak Ipar 7 Kali : Saya Takut Mau Mengadu Pada Siapa

Gara-gara ulah kakak ipar membuat mama muda inisial ES di Banyuasing Sumatera Selatan menanggung duka mendalam.

Editor: Heri Prihartono
kieferpix/Getty Images/iStockphoto
Pengidap depresi biasanya mengalami kesedihan dalam jangka panjang. 

Dedi menuturkan, pelaku dan korban masih keterkaitan kekeluargaan, dimana suami korban ES merupakan adik ipar dari pelaku.

"Pelaku ini kakak ipar dari suami korban," tutur Dedi, seraya menyebutkan akibat peristiwa itu hubungan ES dengan suaminya tidak harmonis, pisah ranjang.

Sementara itu, dari Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Herlis Noorida mengungkapkan rasa kecewa dengan tidak diterimanya laporan tersebut.

Apalagi disebut suka sama suka. Padahal jelas korbannya telah melayangkan melaporkan kejadian yang menimpa diri korban ke polisi yang didampingi kuasa hukum.

"Kami sangat kecewa, karena korban ES ini masih anak dibawah umur, dan semestinya ini harus dibela.

Saya sebagai lembaga perlindungan perempuan dan anak merasa sedih karena perempuan punya hak dan korban juga masih dikatagorikan anak-anak," tutur Herlis.

Sementara korban ES menceritakan awal mula pernikahannya dengan suaminya, hingga kini kondisinya kurang baik.

"Saya ketika itu berusia 9 tahun menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh orang Desa Langkan lain RT," cerita ES.

Lalu, dirinya mau dinikahi oleh suaminya dengan syarat umur dirinya harus dituakan.

"Sebenarnya saya lahir Tahun 2003. dan dibuat di KTP lahir Tahun 1999," jelas ES yang saat itu dirinya dinikahkan di salah satu Ponpes di Banyuasin.

Setelah pernikahan, ES dikaruniai anak laki - laki kini berusia 3 tahun. Dan kini berpisah dengan suaminya karena perbuatan kakak iparnya.

"Saya pisah dari suami karena saya dirudapaksa oleh kakak ipar. Saat itu, saya selesai mandi dan masuk kamar hanya dengan memakai handuk," tutur ES yang pertama kali diperkosa Kakak ipar sempat diancam.

"Saya takut mau mengadu ke siapa. Suami saya tidak percaya bahkan menyalahi saya. Sehingga saya diperkosa sebanyak 7 kali."

"Kalau saya tidak melayani saya akan dibunuh dan diceraikan oleh suami, itu ancaman korban," tandasnya.

Baca Berita Lainnya di sini

SUMBER ARTIKEL : SRIWIJAYA POST 

 
 
 
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved