Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Masyarakat Tanjung Jabung Timur Diharapkan Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Indonesia sudah menetapkan ada empat merek vaksin Covid-19 yang digunakan untuk menangani pandemi Covid-19.

tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro
Ilustrasi Masyarakat Kota Jambi saat divaksin Covid-19. Masyarakat Tanjung Jabung Timur Diharapkan Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19 

Masyarakat Tanjab Timur Diharapkan Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK -  Pemerintah Indonesia sudah menetapkan ada empat merek vaksin Covid-19 yang digunakan untuk menangani pandemi Covid-19. Seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Novavax.

Beberapa merek vaksin tersebut sudah dipesan Kementerian Kesehatan RI. Hanya saja penggunaan vaksin tidak boleh berbeda merek antara dosis satu dan dua.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur Ernawati berharap bisa mensukseskan program vaksinasi covid-19

Kisah Seniman Seruling Asal Muarojambi Pernah Iringi Evi Tamala dan Imam S Arifin Dibayar Rp 25 Ribu

Detik-detik Remaja 17 Tahun Tewas Tercekik Setelah Nekat Lakukan Masturbasi Ekstrem

Delapan Travel di Bungo Siap Berangkatkan Jamaah Umrah, Syamsuri: Belum Ada Kepastian

"Meski jenis vaksin yang lainnya belum tiba di Provinsi Jambi, masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung timur diharapkan untuk bisa membantu mensukseskan program vaksinasi ini," pungkasnya. 

Ernawati bilang, Vaksinasi Covid-19 wajib dilakukan dua kali kepada setiap orang.

Jarak antara penyuntikan pertama dengan kedua untuk yang belum masuk kategori lanjut usia adalah 14 hari.

Sedangkan untuk lansia 28 hari, saat ini yang digunakan di Indonesia yakni vaksin buatan perusahaan Tiongkok merek Sinovac.

"Sebaiknya vaksinasi dosis pertama dan kedua dilakukan dengan menggunakan merek vaksin yang sama. Sebab tujuan vaksin kedua merupakan booster imun. Jika vaksin kedua menggunakan bahan dasar yang berbeda, maka dikhawatirkan fungsi pendorong imun tubuh tak bisa didapatkan," jelas Erna.

Menurutnya, penggunaan beda merek dengan bahan dasar yang berbeda akan membuat antibodi tidak terbentuk optimal.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved