Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Begini Pesan Istri yang Dibakar Hidup-hidup Suaminya di Medan, 'Maafin Kakak ya Mak, Jangan Dendam'

Rani Andriani dibakar hidup-hidup oleh Nanda, Minggu dini hari, 31 Januari 2021, karena dituduh selingkuh.

Tayang:
Editor: Teguh Suprayitno
Itimewa via Surya Malang
Ilustrasi orang dibakar hidup-hidup. 

TRIBUNJAMBI.COM - Rani Andriana (20) akhirnya meninggal setelah sebulan berjuang untuk hidup di rumah sakit.

Rani mengalami luka bakar serius setelah dibakar Junanda alias Nanda (21) yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Sebelum meninggal, Rani sempat menitipkan pesan pada ibunya. Dia ikhlas dan tak ingin menyimpan dendam.

Rani minta pada ibunya agar tidak dendam dan memaafkan pelaku.

Deketahui, Rani telah menjalani perawatan sebulan lebih itu akhirnya menghembuskan napas terakhir, Jumat (19/3/2021).

Rani Andriani dibakar hidup-hidup oleh Nanda, Minggu dini hari, 31 Januari 2021, karena dituduh selingkuh.

Melansir Tribun Mataram, Rani dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Jalan Rahayu, Pasar VI Tembung, Kecamatan Percutseituan.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, mendiang menitipkan pesan menohok pada sang ibu, Supriyati alias Yati.

Saat ditemui, Yati yang duduk di ruang tengah rumahnya di Jalan Sederhana, Gang Bakung 32, Pasar VII Tembung, Kecamatan Percut Seituan begitu lesu.

Baca juga: Lelah Digoyang Security, Istri Polisi Gelagapan Digerebek Suami, Kondom Bekas dan Tisu Berserak

Wajahnya kuyu, dan kedua matanya sembab.

Ketika diajak berbincang, Yati menceritakan bahwa putrinya itu sempat meninggalkan pesan atau wasiat sebelum meninggal dunia.

"Anak saya bilang, Mak, jangan dendam ya. Yang sudah ya sudah. Kakak enggak mau mamak dendam dengan apa yang terjadi. Kakak sudah memaafkan (suaminya). Mamak juga ya," kata Yati kemudian tangisnya pecah, Sabtu (20/3/2021) siang.

Saking sedihnya, Yati sempat terdiam beberapa saat.

Bibirnya bergetar, dan Yati menutup rapat kedua matanya tatkala menceritakan pesan anaknya itu.

"Sebelum pergi, Rani meminta maaf kepada saya. 'Maafin kakak ya mak'. Begitu ucapnya berkali-kali kepada saya," terang Yati.

Ilustrasi orang dibakar hidup-hidup.
Ilustrasi orang dibakar hidup-hidup. (Itimewa via Surya Malang)
Sumber: Tribun Mataram
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved