Breaking News:

Berita Tanjab Barat

Jawaban Direktur Utama RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Soal Belasan Dokter Spesialis Yang Mogok Kerja

Direktur RSUD Daud Arif Kuala Tungkal, Elfry Syahril mengiyakan adanya sejumlah dokter yang melakukan mogok kerja.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rahimin
tribunjambi/samsul bahri
Dr Budi sebagai dokter spesialis bedah di RSUD Daud Arif Kuala Tungkal yang juga ikut mogok kerja. Jawaban Direktur Utama RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Soal Belasan Dokter Spesialis Yang Mogok Kerja 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Direktur Utama RSUD Daud Arif Kuala Tungkal, Elfry Syahril mengiyakan adanya sejumlah dokter spesialis yang melakukan mogok kerja.

Hal disampaikannya saat di konfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (19/3/2021). 

Ia menyebutkan, sejumlah dokter yang melakukan mogok kerja adalah dokter spesialis. Adapun alasan mogok kerja lantaran insentif jasa medis yang belum di bayarkan.

Kronologi Penangkapan Tersangka Investasi Bodong SR Libatkan Interpol dan Pemerintah Malaysia

BREAKING NEWS Sejumlah Dokter Spesialis di RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Mogok Kerja

RSUD Ahmad Ripin Muarojambi Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Pelayanan Belum Maksimal

"Iya mogok ini karena insentif jasa medis karena kan belum di bayarkan. Karena kan semuanya ada prosesnya tuh. Nah, jasa medis ini kan dihitung berdasarkan mereka melayani per pasien. Nah, itu ada tim khusus untuk yang menghitung nya," ujarnya.

"Kalaupun duitnya sudah masuk, tapi kalau hitungannya belum ada kan belum bisa kita bayarkan dari manajemen," sambungnya.

Elfry menjelaskan,  ada tim penghitung yang melakukan proses penghitungan untuk menghitung jasa dari masing-masing dokter spesialis.

RSUD Daud Arif Kuala Tungkal.
RSUD Daud Arif Kuala Tungkal. (Tribunjambi/Samsul Bahri)

Kata Elfry,  setelah dilakukan proses penghitungan, nanti hasil perhitungan diantarkan ke Kasubag Keuangan.

Di mana nantinya akan dilakukan proses verifikasi yang akan dicocokkan dengan pagu anggaran.

"Nah itu itu prosesnya baru diserahkan sama tim penghitung dari hari Rabu (17/3) kemarin. Tentu diproses oleh keuangan. Nah, sekarang kan baru hari Jumat, dan ini kan masih butuh proses. Sebenarnya hari ini insyaallah selesai proses itu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved