Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Dijamin Pasti Selamat
Bacaan ayat: Roma 5:8-10 (TB) - "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih ber
Dijamin Pasti Selamat
Bacaan ayat: Roma 5:8-10 (TB) - "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!".
Oleh Pdt Feri Nugroho
Seorang laki-laki jatuh cinta kepada seorang perempuan. Pernyataan cintapun tersambut ketika sang perempuan membalas cintanya.
Hari-hari diwarnai canda tawa dan kebahagiaan. Kebersamaan telah menciptakan ikatan yang kuat bagi mereka untuk bersiap saling mengikatkan diri dalam ikatan pernikahan.
Perjalanan cinta telah mereka lalui bersama. Canda dan tawa mewarnai setiap perjumpaan.
Entah mengapa, dalam sebuah perjalanan mereka bertengkar hebat.
Bentakan dan teriakan menggema. Sampai pada sebuah titik, seorang diantara mereka berlari kencang, pergi meninggalkan yang lain dengan kemarahan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Waspadalah! Segala Hal Dapat Menjadi Berhala
Hari-hari selanjutnya berlalu tanpa nada dering panggilan, atau sekedar nada tanda pesan diterima. Sunyi dalam keheningan.
Sang perempuan merenung dalam lautan air mata dan isak tangis. Terbayang kembali kebersamaan. Sebuah film tua seakan kembali diputar.
Saat bersama, penuh canda dan tawa. Terlalu sukar untuk menepis bayangan tersebut.
Tiba-tiba terbersit sebuah senyuman, 'Dari dulu dia telah mencintai saya.. '. Dan membuatnya berjalan perlahan, menuju sebuah taman.
Sementara itu, ditempat lain, kamar sang laki-laki berantakan. Kesendirian membuatnya sedikit tenang. Masih tersisa gurat kejengkelan.
Perlahan film tua kebersamaan diputar kembali dalam angannya. Jalan beriring, bergandengan tangan, membuatnya menatap dinding berlabur putih didepannya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Memilih Untuk Bahagia
Hari-hari kebersamaan membuatnya tersenyum simpul, bisikan lembut menyeruak, 'Dari dulu dia mencintai saya..'
Perlahan ia merapikan diri berjalan dalam senyum, menuju sebuah taman.
Taman itu menjadi saksi cinta mereka berdua.
Sejak kapan kita sadar bahwa Tuhan telah mengasihi kita?
Kapan terakhir kali kita merasakan kasih Tuhan?
Sejenak kita menoleh ke belakang, pada banyak pengalaman kebersamaan dengan Tuhan.
Suka dan duka teranyam dalam rajutan memory yang mengingatkan kita, betapa Tuhan telah sangat mengasihi kehidupan kita.
Hari-hari berlalu di sepanjang perjalanan kehidupan adalah bukti kasih Tuhan yang tak terbantahkan.
Namun apa yang telah kita lakukan?
Kita ragu akan kasih-Nya hanya karena sebuah peristiwa kecil yang mengecewakan. Kita berpaling dari-Nya hanya karena harapan yang tidak terwujud.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Kasih Allah yang Tiada Batas
Tanpa sadar, kita sedang membanting pintu rahmat Tuhan dalam kejengkelan, hanya karena mata kita sedang dibutakan oleh ego dan emosi.
Kita berlari kencang seakan hendak menjauh dari-Nya, hanya karena sebuah rasa kecewa atau dikecewakan.
Berapa kali Tuhan datang dan mengetuk pintu hati kita agar kembali kepada kasih-Nya?
Berapa kali Dia harus menunggu dan menunggu cairnya dinginnya es yang membekukan kehidupan kita?
Kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus memberikan penegasan, bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih berdosa.
Ketika masih seteru, kita diperdamaikan dengan Allah. Apa yang telah Allah lakukan untuk memperlihatkan kasih-Nya kepada kita?
Kristus telah mati untuk kita. Kematian Yesus Kristus adalah untuk menebus kita dan membebaskan kita dari kuasa dosa.
Darah Yesus yang tercurah di kayu salib menjadi pembasuh yang menyucikan kita dari dosa-dosa kita. Kita dibenarkan oleh darah-Nya.
Kita diperdamaikan dengan Allah, maka PASTI DISELAMATKAN dari murka Allah.
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan, kita pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Firman Tuhan Sebagai Pandu
Sejak dulu Allah telah mengasihi kita. Penciptaanpun adalah bukti kasih Allah.
Ketika manusia memberontak dengan tidak taat, Allah langsung merancang penyelamatan.
Penyelamatan itu terus terenda dalam sejarah. Perjumpaan demi perjumpaan antara Allah dengan manusia, memperlihatkan konsistensi kasih Allah atas manusia.
Dan perjumpaan itu berpuncak pada Yesus Kristus, Sang Juruselamat.
Putar kembali film tua dalam memori pikiran agar kita kembali menemukan kasih Allah dalam kehidupan.
Penemuan akan kasih Allah akan membawa kita kembali ke taman Eden, tempat dimana awal Tuhan menempatkan manusia.
Di taman itulah kita dapat kembali merayakan kasih Tuhan atas kehidupan.
Relasi kembali terbangun dalam harapan. Membawa kita pada sebuah kesadaran, "Ternyata dari dulu Dia mencintai saya..".
Ijinkan kesadaran tersebut membawa kita pada rasa syukur setiap hari.
Mewarnai hari-hari dengan warna warni pengalaman indah, bagai pelangi.
Menemukan potongan kecil puzzle kasih Tuhan akan membuat kita menghargai diri sendiri, menghargai sesama dan menghargai ciptaan yang lain dalam bingkai kasih yang abadi.
Selamat merayakan kasih Tuhan dalam kehidupan. Amin
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)