Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Firman Tuhan Sebagai Pandu

Bacaan ayat: Mazmur 119:9-10 (TB) - "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Firman Tuhan Sebagai Pandu

Bacaan ayat: Mazmur 119:9-10 (TB) - "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

'Masa muda, sungguh senang, jiwa penuh dengan cita-cita. Dengan api yang tak kunjung padam, selalu membara dalam hati.'

Kalimat ini adalah penggalan sebuah syair lagu yang hendak menggambarkan bagaimana kondisi seorang muda ketika mereka beranjak dewasa.

Secara fisik, banyak yang mendambakan tubuh atletis yang sehat, wajah tampan atau cantik, enerjik, penuh semangat dan vitalitas.

Segala yang dilakukannya memperlihatkan potensi dasar kehidupan, bahwa ia akan mampu menciptakan masa depan yang cerah dan berpengharapan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Mendidik Untuk Mendewasakan

Namun, ekspektasi tersebut harus kandas ketika banyak dijumpai mereka yang muda justru menyia-nyiakan waktunya dengan hal yang tidak produktif.

Kekuatannya terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak membangun kehidupan.

Beberapa orang terjerumus kedalam kecanduan alkohol, pesta yang memabukkan bahkan merusak diri dengan narkoba atau obat terlarang.

Pikirnya, semua itu bisa menciptakan keindahan dalam pengalaman hidup, faktanya justru merusak tubuh dan pikiran sehingga gagal meraih cita-cita dan masa depan yang hancur.

Untuk sesaat terasa indah namun akhirnya harus berhadapan dengan kehancuran yang berkelanjutan.

Tidak bisa dihindari, masa muda dalam banyak hal adalah masa mencoba.

Mereka ingin sesuatu yang hebat terjadi dalam hidupnya namun belum cukup pengalaman untuk mendukungnya.

Pertimbangannya seringkali hanya dikaitkan dengan keinginan sesaat, hanyut dalam eforia atau nafsu semata, tanpa sempat mempertimbangkan akibat jangka panjang yang menyertainya.

Ilustrasi sahabat
Ilustrasi sahabat (Instagram @postygram_)
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved