HWDI Jambi Usahakan Pendampingan Disabilitas Dapatkan Hak Pekerjaan
HWDI Wilayah Jambi yg telah memasukkan 6 disabilitas ke Alfamart. Disabilitas tersebut yaitu tuna rungu dan tuna daksa.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Himpunan wanita disabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Jambi juga melakukan pendampingan para disabilitas untuk melamar pekerjaan.
HWDI Wilayah Jambi yg telah memasukkan 6 disabilitas ke Alfamart. Disabilitas tersebut yaitu tuna rungu dan tuna daksa.
Dua jenis disabilitas tersebut mendapatkan posisi yang sama dengan pelamar lainnya.
Baca juga: VIDEO Viral Penemuan Gunung Emas di Kongo, Warga Berebut Ambil Pakai Skop
Baca juga: HWDI Jambi Angkat Kualitas Diri Para Wanita Disabilitas
Baca juga: Harga HP iPhone Maret 2021 - iPhone 7 Plus Rp 5 Jutaan, iPhone 12 Mini, iPhone SE, iPhone Xs Max
"Di toko dia di toko, di gudang juga dia mengejar mengerjakan yang di gudang," ungkap Ratumas Dewi, ketua DPD HWDI Provinsi Jambi, belakangan ini.
Ia bercerita, awalnya belum melakukan pendampingan pencarian kerja terhadap disabilitas. Namun, setelah melihat undang-undang nomor 8 tahun 2019 pasal 53 tentang kuota.
Jadi, setiap instansi atau badan usaha milik negara maupun milik swasta ada kuota pekerja disabilitas.
Ini sebagai dasar hukum ia berbicara kepada pihak-pihak penerima atau tempat lapangan pekerjaan.
Ia berkata, kebetulan Alfamart memang sudah dari pusat menerima pekerja disabilitas. Akhirnya pihak Alfamart bermitra dengan HWDI Wilayah Jambi.
Jadi apabila membutuhkan tenaga kerja disabilitas, maka pihak Alfamart akan menghubungi HWDI Wilayah Jambi.
"Saya pun bekerja sama dengan SLB lagi. Anak-anak tamatan SLB berapa orang yang bisa direkrut di sana," kata dirinya.
Pada tahap tersebut pun HWDI Wilayah Jambi bukan hanya sebatas menyerahkan informasi. Namun hingga pada tahap interview, dan diterima juga didampingi.
Karena disabilitas yang diterima merupakan disabilitas dengan tunarungu ringan. Selain itu HWDI Wilayah Jambi juga meminta kuota spesial.
Agar mereka tidak bersaing dengan anak-anak selain disabilitas.
"Alhamdulillah sampai sekarang ada yang sudah kontrak 2 tahun," ia menyebutkan dengan bangga.
Sejak 2018 akhir kerjasama itu terjalin. Dan akan direncanakan setiap tahunnya terus ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/hwdi-jambi.jpg)