Fakta Terbaru Pembunuhan Gadis dalam Sebuah Hotel di Kediri Tak Berikan Diskon Kepada Pelaku

M merupakan korban prostitusi online lintas provinsi yang dikendalikan oleh pacarnya sendiri, Deri Kurniawan dan seorang wanita bernama Nia Kurniasih.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - M terlibat dalam prostitusi online anak dan nasibnya menjadi PSK online anak berakhir gara-gara cekcok dengan pelaku seusai berhubungan badan di hotel Lotus Kota Kediri, Minggu (28/2/2021).

Nyawa M melayang di tangan Refi Purnomo (23) selaku penyewa jasanya untuk melayani berhubungan badan.

M merupakan korban prostitusi online lintas provinsi yang dikendalikan oleh pacarnya sendiri, Deri Kurniawan dan seorang wanita bernama Nia Kurniasih.

Baca juga: Gaji Pokok CPNS dan PPPK 2021 Lulusan SMA Sederajat

Baca juga: Sikap Kaesang Pangarep Usai Dihina Keluarga Felicia Tissue: Di Waktu Itu Juga Aku Dimaki, Yoweslah!

Baca juga: Trailer Ikatan Cinta 8 Maret 2021, Senyum Tipis Al Dibercandain Andin

Di waktu nahas itu, M menolak pemberian uang Rp 300.000 dari Refi Purnomo setelah memberikan layanan birahi tersebut.

Rupanya, Refi Purnomo minta discount kepada M setelah melayaninya.

Padahal. Refi Purnomo sudah sepakat membayar tarif 700.000 seperti kesepakatan transaksi di aplikasi Michat.

Namun, setelah mereka berhubungan badan, Refi Purnomo enggan membayar penuh seperti nominal yang disepakati.

Cekcok pun terjadi. M teriak. Refi Purnomo yang tak mau orang lain datang, langsung menusukkan benda mirip pisau ramboo ke tubuh M.

Dalam kondisi berlinang darah, Refi meninggalkan M di kamar hotel.

Ia keluar kamar. Namun, tak lama kemudian Refi masuk ke kamar lagi untuk mengambil pisaunya yang tertinggal.

Di saat itu, Refi melihat M masih hidup.

Dia kemudian menghabisi nyama M lalu melakban mulut dan hidungnya.

Cerita prostitusi lintas provinsi, Deri dan Kurniasih jadi tersangka prostitusi

Mucikari asal Kota Bandung, Jawa Barat berada di balik bisnis prostitusi online yang terjadi di Kota Kediri.

Jaringan prostitusi ini mempekerjakan pelaku anak-anak untuk melayani bisnis esek-esek pria hidung belang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved