Setelah KLB Partai Demokrat Terlihat Ada Bagi-bagi Uang untuk Masa Berkaos Wajah Moeldoko
Massa berkaus gambar Moeldoko yang rata-rata masih berusia dibawah umur tertangkap kamera tengah bagi-bagi uang.
TRIBUNJAMBI.COM - Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat yang diadakan kubu Johnny Allen Marbun di hotel The Hill and Resort Sibolangit menghasilkan keputusan, memilih dan menunjuk Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang baru, Jumat (5/3/2021) malam.
Namun, setelah KLB digelar, ada pemandangan menarik terjadi di depan gerai waralaba di kawasan Green Hill Sibolangit
Massa berkaus gambar Moeldoko yang rata-rata masih berusia dibawah umur tertangkap kamera tengah bagi-bagi uang.
Baca juga: Kisah Anak Simpan Jenazah Ibunya Karena Ruang Pemakaman Penuh : Tidak ada Tempat di Mana Pun
Baca juga: Tak Terima Tegurannya Dicueki, Pria Mabuk Tembak Bocah 8 Tahun Tepat di Dada
Baca juga: Ashanty Ungkap Penyebab Anang Hermansyah Negatif Covid-19 Padahal Satu Kamar
Ada dugaan, kelompok pemuda dan anak-anak dibawah umur ini massa bayaran.
"Ya, inilah KLB ilegal Partai Demokrat di The Hill. Bagi-bagi uang yang ada dalam rekaman video itu (terlihat penerimanya) di bawah umur. Yang mana diketahui dikoordinatori oleh seseorang," kata Ketua DPD Demokrat Sumut, Herri Zulkarain, Jumat malam.
Herri yang sampai detik ini masih setia mendukung Agus Harimurti Yudhono (AHY) mengatakan bahwa tindakan bagi-bagi uang tersebut, jelas menunjukkan bahwa ada yang salah dalam KLB ini.
Dia pun mendesak agar keputusan KLB ini dibatalkan.
Sebab, kata Herri, cara pelaksanaannya pun jauh dari kata terhormat.
"KLB ini harus dibatalkan, karena sudah melanggar hukum dan demokrasi. Para pesertanya anak-anak dan dibawah umur. Sebagian dikerahkan dari Kota Medan," kata Herri.
Dari Pantauan www.tribun-medan.com, adapun yang membagi-bagikan uang kepada massa berkaus gambar wajah Moeldoko merupakan seorang wanita.
Wanita tersebut berkerudung biru dan baju biru, membawa tas selempang warna hitam.
Dia tampak membagikan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.
"Tadi kalian berapa orang, 11 atau 12 orang," katanya pada seorang lelaki berkacamata.
Selanjutnya, wanita tersebut menghitung menggunakan jarinya.
Samar-samar terdengar bahwa tiap orang dibayar Rp 50 ribu.
Setelah selesai menghitung, wanita tersebut menyerahkan uang pecahan Rp 100 ribu pada lelaki berkacamata tadi.
Tak lama berselang, kelompok lainnya datang.
Mereka meminta jatah yang sudah dijanjikan oleh wanita tersebut.
Karena uang sudah dibagikan, wanita itu mengaku tidak ada lagi uang yang dibawanya.
"Udah enggak ada lagi, haa," katanya sambil memperlihatkan saku celananya yang kosong.
Meski saat itu situasi tengah diguyur hujan deras, sebagian massa yang rata-rata masih di bawah umur itu terlihat asyik menghitung uang.
Beberapa di antaranya terlihat berdiri di depan gerai waralaba.
Adapula yang terlihat masuk dan keluar dari gerai tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, www.tribun-medan.com masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait soal bagi-bagi uang ini.
Sumber : BERITA DEMOKRAT HARI INI Kalau Jokowi Bilang ke Moeldoko You Diam, Pengamat: Harusnya Dipecat