Breaking News:

Berita Bungo

Alot dan Terjadi Perdebatan, Akhirnya Dharmasraya Sepakati Tapal Batas dengan Bungo

Katanya, dengan ditandatanganinya kesepakatan ini menjadi keberkahan bagi kemaslahatan masyarakat, terutama...

Alot dan Terjadi Perdebatan, Akhirnya Dharmasraya Sepakati Tapal Batas dengan Bungo
net
Ilustrasi tapal batas

TRIBUNJAMBI.COM,BUNGO -- Setelah meyelesaikan tapal batas antara Kabupaten Tebo, kini pemerintah Kabupaten Bungo kembali menyelesaikan tapal batas dengan Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumatera Barat.

Penyelesaian tapal batas ini kembali dilakukan di sebuah hotel di Jakarta. Dalam penyelesaian tersebut dihadiri oleh kedua belah pihak. Diantaranya Wakil Bupati H.Safrudin Dwi Aprianto, S.Pd dan pejabat teras lainnya dari Kabupaten Dharmasraya diwakilkan ke Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, sedangkan dari Provinsi diwakili oleh masing-masing Kepala Biro Pemerintahan.

Rapat tapal batas kali ini sedikit alot, dimana sempat terjadi adu argumentasi dari masing-masing pihak tentang titik tapal batas, tapi pihak kabupaten Bungo memiliki data dan fakta yang otentik, dan hasil rapat sebelumnya tepatnya pada tanggal 15 November 2019 di Kantor Gubernur Jambi yang juga dihadiri oleh kedua belah pihak, ahirnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Dharmasraya dapat menerima seluruh tawaran yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo.

Batas yang ditandatangani mulai dari Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan ilir sampai dengan Dusun Rantau Tipu Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, tepatnya sampai ke danau gunung tujuh yang berbatasan dengan Kabupaten Kerinci dengan jarak hampir 110 km.

"Hampir 6 jam rapat baru ketemu kesepakatan kedua belah pihak dan langsung di tandatangani," kata Plt.Kadis Kominfosandi Kab.Bungo Zainadi,S.Pd, MM.

Wakil Bupati Bungo Syafruddin Dwi Apriyanto dalam sambutannya menyebut jika semenjak Indonesia merdeka tahun 1945, yakni hampir 76 tahun, baru disepakati dan ditandatangani kesepakatan titik batas antara Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dengan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Katanya, dengan ditandatanganinya kesepakatan ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat khususnya yang berada di wilayah daerah perbatasan.

Selesainya tapal batas ini, masyarakat tidak ragu lagi dalam dalam berusaha dan dapat menjaga silaturahmi serta persaudaraan antar sesama.

"Ciptakan kondisi yang kondusif ditengah masyarakat khususnya yang berada di daerah perbatasan, ini hanya batas administratif saja bukan merobah hak dan kepemilikan lahan dan aset yg masyarakat punya," ungkap Syafruddin Dwi Apriyanto.

Katanya, dengan ditandatanganinya kesepakatan ini menjadi keberkahan bagi kemaslahatan masyarakat, terutama untuk pemerintahan kedua belah pihak agar tidak ragu lagi untuk meletakkan pembangunan didaerah tersebut.  (*)

Baca juga: Tidak Hanya Hubungan Badan, Ternyata Ini Dia 6 Rahasia Bahagia Pasangan Suami Istri

Baca juga: Kapolda Jambi Tinjau Posko Membumi Sigap Karhutla di Desa Muntialo Kabupaten Tanjabbar

Baca juga: Ibunya Sedang Kerja, Remaja Tanggung di Muarojambi Jadi Korban Cabul Ayahnya Sendiri, Hamil 7 Bulan

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved