Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Kehidupan yang Hina dan Mulia
Bacaan ayat: Kejadian 2:7 (TB) - "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya;
Alkitab secara utuh memperlihatkan bagaimana kehidupan berjalan: berawal dari kekekalan, masuk pada pencipta dan kembali kepada kekekalan.
Kekekalan menjadi bagiannya Tuhan, yang tidak mungkin diketahui oleh manusia, kecuali menjadi pengharapan yang diimani.
Bagian manusia adalah hal-hal yang diciptakan oleh Allah.
Dalam cara paham demikian, ada batasan yang jelas, dimana seharusnya manusia dapat memahami segala sesuatu dan hal lain yang menjadi misteri dan hak prerogatif Allah untuk mengetahui.
Batasan ini diperlukan agara manusia tidak salah dalam berfikir.
Pada posisi sebagai ciptaan, Alkitab sebagai firman Tuhan menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah.
Sebagai ciptaan maka manusia berada di bawah otoritas Allah.
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Implikasinya, manusia memancarkan kemuliaan Allah.
Manusia diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan yang dikehendaki oleh Allah akan menjadi penolong yang sepadan.
Artinya, hanya ciptaan yang memiliki konsep laki-laki dan perempuan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Dalam Persekutuan
Manusia diciptakan dari debu tanah dan Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Tujuan awal Allah adalah kehidupan, bukan kematian. Berjumpanya debu tanah dan nafas hidup dari Allah adalah kehidupan.
Ketika manusia memilih memberontak dengan tidak taat, maka kematian hadir.
Kematian mengandung makna, bahwa manusia menjadi terpisah dari Allah dan keterpisahan ini membuat debu tanah kembali kepada debu tanah dan nafas hidup dari Allah akan kembali kepada Allah.
Kematian Tuhan Yesus Kristus menjadi penyelesaian terhadap persoalan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)