AS Menolak Klaim Maritim Beijing yang Berlebihan di Laut China Selatan
Di sisi lain, Amerika Serikat memandang konflik Laut China Selatan salah satu poin dalam upaya Presiden Amerika Serikat (AS) baru, Joe Biden.
TRIBUNJAMBI.COM - China secara sepihak mengklaim teritorial yang tumpang tindih dengan beberapa negara di Laut China Selatan.
Kawasan itu disengketakan Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan.
China tiba-tiba masuk dan melakukan provokasi militer di kawasan yang diyakini kaya minyak dan gas itu.
Di sisi lain, Amerika Serikat memandang konflik Laut China Selatan salah satu poin dalam upaya Presiden Amerika Serikat (AS) baru, Joe Biden.
Baca juga: Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak Awal Maret 2021, Gratis Ongkir Hingga Cashback
Baca juga: Apa Virus B117 Berbahaya, Pakar: Mutasi Akan Bergerak Terus
Baca juga: Sudah Satu Tahun Penutupan Gunung Kerinci, Pemandu Wisata Gunung Harap Ada Kebijakan Baru di 2021
Sebab, konflik ini sudah terjadi hampir satu tahun lamanya.
Beberapa negara pun terlibat konflik.
Seperti negara-negara Asia Tenggara.
Melihat hal ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memberikan jawabannya.
Dilansir dari newssetup.kontan.co.id pada Rabu (28/1/2021) mengatakan kepada rekan-rekannya di Indo-Pasifik,
bahwa AS menolak klaim maritim Beijing yang berlebihan di Laut China Selatan.
Dia juga menyoroti mekanisme multilateral yang berkembang seperti "Quad" dalam menangani tantangan global.
Melansir Kyodo News, menurut Departemen Luar Negeri AS,
Blinken dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin bersekutu.
Keduanya menegaskan selama pembicaraan telepon,
bahwa aliansi bilateral yang kuat sangat penting bagi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah meningkatnya penguasaan China di kawasan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kelompok-kapal-induk-as-uss-theodore-roosevelt-memasuki-di-perairan-laut-china-selatan.jpg)