Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Roh Kudus akan Menolong

Bacaan ayat: Yehezkiel 36:26-27 (TB) - "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Di era keterbukaan, dimana segala bisa diakses oleh siapa saja, rasanya tidak mungkin pembatasan itu dilakukan.

Semua orang memiliki hak yang sama untuk menginterpretasikan apa yang dibacanya sesuai pemahaman masing-masing.

Baru dalam hal mengerti dan memahami saja sudah muncul berbagai kebimbangan, belum lagi ketika berhadapan dengan tuntutan ketaatan.

Mengerti dan paham baru separuh, separuhnya lagi adalah melakukan firman Tuhan tersebut dalam kehidupan hari lepas hari.

Cerita Alkitab terhubung langsung dengan sejarah. Bersentuhan dengan pengalaman kehidupan yang nyata dari para penulisnya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Indah Pada Waktu-Nya

Meskipun harus berhadapan dengan konteks bahasa, budaya dan zaman yang berbeda, nampaknya tetap ada keseragaman pengalaman.

Bahwa kehidupan itu sarat dengan pergumulan. Rasa ditinggalkan, terabaikan, terasing, kebingungan, ketakutan, kebimbangan, berada di persimpangan jalan; menjadi masalah nyata keseharian dalam kehidupan.

Yang dibutuhkan adalah kabar pengharapan, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan.

Itu sebabnya pembacaan utuh Alkitab sangat menolong seseorang memahami maknanya dengan benar.

Hanya mencomot kata atau kalimat, mengisolasi nya sedemikian rupa; akan sangat rentan bagi seseorang kehilangan pesan utuh yang tersirat didalamnya.

Dalam beberapa hal, memang penggalan kalimat dapat menjadi kata mutiara yang menghibur dan menguatkan, namun tidak selamanya itu terjadi.

Beberapa penggalan justru menjadi tidak bermakna dan rentan tersesat dalam memaknainya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Percaya Itu Pilihan Dalam Kehidupan

Sejak masa umat Tuhan dalam Perjanjian Lama, persolan tersebut berulang kali terjadi.

Ketidaktaatan umat kepada kehendak Tuhan, tidak melulu karena mereka tidak tahu, namun terkadang sudah tahu namun memilih untuk tidak taat.

Kasus ketidaktaatan juga dapat bersumber dari ketidaktahuan umat terhadap kehendak Tuhan, karena tidak ada yang memberi tahu.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved