Breaking News:

Tesla Memilih India Dibanding Indonesia, Ternyata Ini yang Harus Segera Diperbaiki Pemerintah

Tesla Memilih India Dibanding Indonesia, Ternyata Ini yang Harus Segera Diperbaiki Pemerintah

Tribunnews/JEPRIMA
Tesla Model S P100D melalui importir umum mereka di Tanah Air, Prestige Image Motorcars saat memamerkan Model S P100D pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4/2017). Mobil jenis ini dibandrol dengan Harga Rp4,4 miliar. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNJAMBI.COM - Niat Tesla untuk berinvestasi di Indonesia gagal setelah memutuskan berinvestasi di India.

 Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar  menilai sang pendiri Tesla Elon Musk memiliki beberapa alasan bisnis yang kuat dalam memindahkan tempat produksi dan pengembangan aset kendaraan listrik barunya.

Dijelaskannyta jika sebenarnya Tesla membangun manufacturing plant dan technology centrenya di Sillicon Valley Amerika karena SDM yang terampil di bidang IT, technology chips termutakhir.

Selain itu juga terkait dengan venture capitalist (pemodal) yang berani mendanai proyek startup berisiko tinggi.

Startup EV

Tidak hanya Tesla, sejumlah perusahaan automobile yang memutuskan membuka technology centrenya di Bangalore seperti Mercedes Benz, Great Wall Motors, General Motors, Continental, Mahindra&Mahindra, Bosch, Delphi dan Volvo.

Bangalore sudah memiliki ekosistem menjanjikan setelah munculnya perusahaan-perusahaan startup EV.

“Untuk menarik daya tarik investor ke Bangalore merupakan hasil teknokogi IT yang berkembang dan masuknya para pemodal adalah hasil dari para talenta yang berkualitas tinggi,” kata Arcandra.

Dia menyebut jika Bangalore bisa membuktikan hasil kerja mereka tidak kalah dari AS.

“Kepercayaan ini tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi puluhan tahun,” pungkasnya.

Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved