Breaking News:

Dua Jenis Pelaksana dan Tarif Parkir Ini Wajib Diketahui Masyarakat, Ini Kata Dishub Kota Jambi

Alvian Bulkia, Kepala Bidang (Kabid) Parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi, berujar ada petugas parkir beratribut Dishub, dan ada yang tidak,

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Rara
Alvian Bulkia, Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dinas Perhubungan Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Perhubungan Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk mengetahui dua jenis pelaksana parkir. Selain itu tarif parkir juga memiliki ketentuannya.

Alvian Bulkia, Kepala Bidang (Kabid) Parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi, berujar ada petugas parkir beratribut Dishub, dan ada yang tidak, ternyata tergantung lokasi kepemilikan parkir.

Untuk pengelolaan parkir, sebenarnya ada 2 instansi yang menaungi. Pertama, instansi Dinas Perhubungan Kota Jambi. Kedua, instansi BPPRD atau Dispenda.

Baca juga: Nurfaidah Guru Kreatif dari Jambi Manfaatkan TikTok Untuk Mengajar

Baca juga: Harga Motor Baru Yamaha Februari 2021 - Yamaha Mio, NMAX, Maxi, Yamaha XSR 155, R15, Vixion

Baca juga: Perut Shandy Aulia Jadi Sorotan Saat Unggah Foto Pakai Baju Renang: Duh Mbak, Iri Deh Lihat Perutnya

Dalam hal ketika seseorang memiliki lahan sendiri dan ingin dijadikan tempat parkir, perlu melakukan perizinan kepada instansi BPPRD atau Dispenda.

Atribut parkir pun disediakan oleh pemilik lahan itu sendiri, bukan dari Dishub.

"Kalau di bawah naungan BPPRD, mereka tidak membayar retribusi kepada Dishub. Namun membayar pajak parkir kepada BPPRD. Dan itu ada hitungannya tersendiri," ia menyebutkan, Selasa (23/02/2021).

Sedangkan Dinas Perhubungan Kota Jambi, bertugas untuk melakukan pembinaan terhadap orang yang melakukan parkir yang bukan di lahannya sendiri.

"Jadi kalau BPPRD Kota Jambi, itu yang masuk ke ranah pajak parkir. berarti si pelaku parkir ini melakukan usaha parkirnya di lahannya sendiri," katanya.

Contohnya bisa di halaman rumahnya sendiri yang dekat dengan pusat keramaian. Atau mall, maupun rumah sakit.

"Jalan kan bukan miliknya siapa-siapa. Jadi itu harus dibina untuk sumbangsih kepada pendapatan asli daerah (PAD)," lanjut Alvian.

Tarif parkir pada juru parkir di bawah naungan Dishub, hanya diperkenankan menarik biaya parkir kendaraan roda dua sebesar seribu rupiah.

Sedangkan roda empat, dikenakan tarif dua ribu rupiah. Jika lebih, berarti dana tersebut masuk ke kantong jukir itu sendiri.

Pada implementasinya, dishub menarik biaya retribusi sebesar 40 persen dari tiap kendaraannya.

Sedangkan, 60 persen nya akan masuk menjadi uang pribadi jukir.

"Itu padahal sudah kita sampaikan, tarif parkir di Kota Jambi itu segitu. Itu sudah tertulis pada Perda Kota Jambi Nomor 3 Tahun 2010," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved