Breaking News:

Berita Tanjabbar

Polres Tanjabbar Press Rilis Tersangka Karhutla, Wahono Terancam 10 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro di dampingi oleh Kasatreskrim Polres Tanjabbar, AKP Jan Manto Hasiholan menyebutkan bahwa setidaknya ada 1,2 h

tribunjambi/samsul bahri
Polres Tanjabbar press rilis tersangka karhutla, Wahono warga Pengabuan. 

Baru Beli Lahan, Warga Pengabuan Ini Nekat Bersihkan Lahan dengan Cara Dibakar

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Polres Tanjabbar melaksanakan konferensi pers, Senin (22/2/2021) terkait dengan kasus pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja oleh seorang warga di Kecamatan Pengabuan.

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro di dampingi oleh Kasatreskrim Polres Tanjabbar, AKP Jan Manto Hasiholan menyebutkan bahwa setidaknya ada 1,2 hektare lahan yang terbakar.

Adapun satu warga yang diamankan oleh pihaknya yaitu Wahono (32) warga Parit Lapis 12 RT 12 Dusun Simpang, Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan.

Baca juga: Jawa dan Bali Sebar Formulir Vakasinasi Prioritas Lansia, Kota Jambi Belum Dapat Instruksi

Baca juga: Promo Murah Telkomsel hanya 2 Hari, Dapat Kuota 50GB hanya Rp 100 Ribu, Begini Cara Dapatnya

Baca juga: Cara Menanam Tanaman Hias di Air, Ada Spider Plant dan Peace Lily

Kata Kapolres, Wahono membakar lahan semak belukar pada Sabtu (20/2/2021) lalu yang merupakan lahan yang baru saja dibelinya.

"Tersangka ini baru membeli lahan tersebut 2 bulan yang lalu dari warga setempat, kemudian Sabtu lalu, tersangka membersihkan lahan tersebut dengan cara menebas dan membakarnya," ungkap Kapolres.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa Wahono diketahui membakar lahan ketika Personil Polsek Pengabuan beserta tim RPK Distrik VI PT WKS melaksanakan Giat Patroli cegah karhutla, pengecekan Kanal air dan pemasangan baleho di lokasi rawan karhutla di Kecamatan Pengabuan.

Kata Kapolres pada saat petugas melaksanakan patroli dan hendak melakukan pemasangan baliho bersama tim di lokasi Lahan di Ujung Parit 9 Kanal 6 Jadam Desa Sungai Baung di temukan asap tebal yang membubung tinggi di lokasi kanal 12 Jadam.

"Kemudian pada saat petugas melakukan pengecekan ditemukan seorang pemilik lahan tersebut yang di duga melakukan pembakaran. Setelah dilakukan interogasi tersangka mengakui bahwa Ia pemilik lahan dan membakar lahan tersebut," tambahnya.

Adapun pasal yang disangkakan yaitu Pasal 108 undang-undang nomor 39 tahun 2014 dengan ancaman pidana penjara lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Dalam kesempatan ini, Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Kepada siapapun, baik perusahaan mau pun lahan milik perorangan, kita larang untuk di buka dengan cara membakar. Karena kita tegas akan menindak siapapun yang membakar lahan dengan cara di bakar," pungkasnya.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved