Breaking News:

Berita Kota Jambi

Penyebab Banyaknya Pecandu Narkoba di Provinsi Jambi, Ulasan Profesor Bahder

"Yang tidak kalah penting itu, masyarakat jangan takut jika mengetahui keterlibatan penegak hukum, laporkan...

Penyebab Banyaknya Pecandu Narkoba di Provinsi Jambi, Ulasan Profesor Bahder
net
Ilustrasi pecandu narkoba

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Profesor DR Bahder Nasution, tanggapi terkait banyaknya para tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jambi.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak aparat penegak hukum, baik Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNMP) Jambi, berhasil meringkus tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Terakhir, pada Senin 22 Februari 2021 siang, BNNP Jambi gelar pers rilis penangkapan 7 tersangka, mulai dari bandar, pengedar, kurir hingga pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

Ironisnya, dua diantaranya masih berstatus pelajar, tidak tanggung-tanggung keduanya merupakan pengedar kelas kakap, pasalnya, meski berstatus pelajar, keduanya mengaku sudah 20 kali menjalankan aksinya, sebelum berakhir di tangan petugas BNNP Jambi.

Profesor DR Bahder Nasution berpendapat, penanganan peredaran gelab narkoba tidak bisa diserahkan hanya kepada  pihak penegak hukum.

Menurutnya, peran masyarakat, sangat dibutuhkan dalam memerangi narkoba.

"Tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum," kata Bahder, Senin (22/2/2021) malam.

"Masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal memberikan informasi tentang bahaya narkoba itu sendiri," bilang Bahder.

Selain melakukan edukasi tentang bahaya narkoba, peran masyarakat juga dibutuhkan, dalam hal menyampaikan informasi jika suatu daerah atau perkampungan masyarakat, terindikasi menjadi peredaran narkoba.

Hal yang tidak kalah penting, kata Bahder, masyarakat tidak perlu takut, jika mengetahui ada keterlibatan aparat penegak hukum dalam peredaran gelab narkoba tersebut.

"Yang tidak kalah penting itu, masyarakat jangan takut jika mengetahui keterlibatan penegak hukum, laporkan saja," tegasnya.

Terkait adanya pelajar yang terlibat dalam bisnis narkoba tersebut, adanya pengawasan dari pihak sekolah, atau guru dan orangtua yang tidak maksimal, sehingga pelajar gampang terpengaruh dalam menjalan bisnis narkoba tersebut.

Baca juga: Listrik Padam di Wilayah Pasar Kramat Tinggi, Ini Penyebab dan Penjelasan PLN Rayon Muara Bulian

Baca juga: GERAM Ditanya Pernikahannya dengan Atta Halilintar, Aurel Kepikiran Kondisi Ashanty yang Memburuk?

Baca juga: China Buat Pangkalan Militer Dekat Indonesia, AS Geram Ajak Jokowi & Negara Asia Lain Lawan Tiongkok

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved