Anies Baswedan Lega, Pagi Ini Seluruh Genangan Air Surut, Alhamdulillah Tak Ada Lagi yang Mengungsi

Surutnya banjir di Jakarta membuat Anies Baswedan tampak lega hari Senin (22/2/2021) ini.Adapun banjir yang terjadi Sabtu lalu telah membanjiri 113 RW

Editor: Rohmayana
ist
Anies Baswedan di Kampung Melayu pada 20 februari 2017 dan 9 Februari 2021 setelah menjadi GUbernur DKI. Anies sukseS tangani banjir Jakarta 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA -- Setelah beberapa hari DKI Jakarta dilanda bencana banjir, namun kini sudah mulai surut. 

Surutnya banjir di Jakarta membuat Anies Baswedan tampak lega hari Senin (22/2/2021) ini.

"Hari Senin, dini hari jam 03.00 WIB pagi tadi dipastikan 100 persen (banjir) sudah surut," ucapnya, Senin (22/2/2021).

Artinya, banjir baru sepenuhnya surut dalam kurun waktu lebih dari satu hari lamanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, seluruh kegiatan masyarakat yang sempat lumpuh akibat banjir kini bisa beroperasi normal lagi.

"Alhamdulillah hari Senin pagi seluruh kegiatan perekonomian, kegiatan pemerintahan bisa berlangsung tanpa ada gangguan sedikit pun akibat curah hujan ekstrem pada Sabtu lalu," ujarnya di Balai Kota.

Baca juga: Tanggapan Gisel Tahu Rumah Roy Marten Terkena Banjir,Sebut Kediaman Ayah Gading Marten Rawan Bencana

Orang nomor satu di DKI ini pun mengapresiasi jajarannya yang telah bekerja kerja memompa genangan, sehingga banjir bisa surut meski lebih dari enam jam seperti yang sebelumnya dijanjikan.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa dampak dari curah hujan ekstrem tersebut bisa dikendalikan," kata dia. 

Anies menyebut, banjir yang terjadi pada Sabtu lalu tak bisa dihindari lantaran hujan ekstrem melanda ibu kota.

Ia menyebut, curah hujan kala itu mencapai lebih dari 200 mm. Padahal, kapasitas penampungan curah hujan di DKI hanya sebesar 100 mm.

Baca juga: Relawan FPI Disuruh Lepas Atribut Saat Bantu Korban Banjir, Aziz Yanuar: Ogah Ambil Pusing, Ribet

"Hari Sabtu dini hari Jabodetabek menerima curah hujan ekstrem di atas 150 mm per hari, kategorinya ekstrem di Jakarta sampai 226 mm," tuturnya.

Imbas dari banjir yang mengepung Jakarta, ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam air hingga lebih dari satu meter.

Mereka mengungsi di 44 lokasi yang telah disiapkan Pemprov DKI.

"Alhamdulillah sampai pagi ini tenda pengungsian masih ada, tetapi pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," kata dia.

Baca juga: Bangganya Anies Baswedan Sebut Banjir Jakarta Sudah Surut, Ferdinand Hutahean: Tak Mengerti Masalah!

Ungkap Penyebab Banjir

Sebelumnya Anies Baswedan mengungkapkan, penyebab dari genangan di sisi Jalan Sudirman dikarenakan luapan air dari Kali Krukut.

Di mana aliran Kali Krukut juga meluap bukan hanya di Jalan Sudirman, tetapi juga di Jalan Kemang, Jalan Widya Chandra, serta Jalan Tendean.

Perahu karet jadi sarana utama jemput dan antar warga di kawasan Kemang saat dilanda banjir parah Sabtu.
Perahu karet jadi sarana utama jemput dan antar warga di kawasan Kemang saat dilanda banjir parah Sabtu. (Tribunnews)

Luapan Kali Krukut ini ditengarai menampung pertambahan debit air dari hujan lokal dari kawasan Depok, Jawa Barat.

Artinya penambahan debit air bukan dari hujan lokal di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman, melainkan kawasan antara hulu dan Jakarta.

“Jadi curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut yang melintang melintasi Jalan Jendral Sudirman. Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm/hari,” kata Anies berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (20/2/2021) malam.

Anies melanjutkan, lintas airnya kemudian melewati dua sungai, satu kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI hingga mengalir ke Sudirman.

Karena itu genangan di Jalan Sudirman tepatnya di depan Universitas Atmajaya karena dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok.

Baca juga: Banjir Jakarta Telan korban Jiwa, Lima Orang Meninggal, Empat Diantaranya Anak-anak

“Biasanya kalau hujannya di pegunungan (Daerah Bogor) airnya akan lewat Kali Ciliwung, tapi kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah (sekitar Depok) maka lewat ke sungai aliran tengah, yakni kali Krukut ini,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh jajaran Pemprov DKI telah melakukan upaya untuk membersihkan sampah di aliran sungai dan mengerahkan pompa mobile.

Baik di kawasan Sudirman maupun di Kemang yang menjadi aliran kali Krukut untuk selanjutnya dialirkan ke Banjir Kanal Barat (BKB), walau harus menunggu karena BKB masih menampung kiriman air dari daerah hulu.

“Sesudah ini air akan mengalir ke Banjir Kanal Barat. Banjir Kanal Barat permukaan airnya masih tinggi karena air dari Sungai Ciliwung masih mengalir masuk ke kota. Jadi saat ini memang Jakarta sore ini, masih menerima aliran dari kawasan Selatan. Itu Depok maupun puncak. Kalau itu sudah reda InsyaAllah lebih terkendali,” paparnya.

Hal itu dikatakan Anies saat memantau genangan di kawasan Jalan Sudirman dekat Pintu Air Sudirman Atmaja, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/2/2021) petang.

Kedatangan Anies juga langsung disambut oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di lokasi, untuk melakukan rekayasa lalu lintas agar pengendara dapat melintasi jalan Sudirman dengan aman.

Sementara itu Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo mengimbau pengendara dan warga untuk tidak khawatir melintasi Jalan Sudirman, karena yang terdampak genangan hanya sedikit di sisi badan jalan, sehingga ketinggiannya hanya berkisar 20-30 cm yang aman dilalui kendaraan baik roda 2 maupun roda 4.

“Sebetulnya masyarakat tidak perlu khawatir untuk melintasi karena sebetulnya ketinggian air di jalanan hanya sekitar 20-30 cm dan itu bisa dilintasi. Makanya kami tempatkan anggota bersama teman-teman dari Dishub DKI Jakarta untuk berada di tengah, untuk meyakinkan kepada para pengemudi bahwa jalan tersebut masih bisa dilewati,” katanya. 

Banjir di ruas tol

Sementara itu banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan tol di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sejumlah titik di Jalan Tol Jasa Marga Group pun sempat tergenang, Sabtu (20/2/2021).

Namun sejak pukul12.00 WIB terpantau mulai surut. 

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, mengatakan sejumlah ruas tol yang tergenang perlahan mulai surut jelang siang.

Genangan yang telah surut di antaranya Jalan Tol JORR Non S dan Jalan Tol JORR Pondok Ranji-Serpong yang sebelumnya berimbas kepada penutupan Gerbang Tol (GT) Pondok Ranji. 

“Kini kondisinya telah beroperasi normal kembali,” ucap Heru, melalui keteranhan tertulis, Sabtu (20/2/2021). 

Sementara itu, untuk KM 9 Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah surut serta akses GT Jatibening dan GT Cibitung 7 arah Jakarta telah dibuka kembali dan dapat dilintasi oleh semua kendaraan.

Khusus Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, untuk KM 00+100 masih tergenang, sementara untuk arah Cikampek L2 dan Jakarta L2 masih bisa dilintasi.

“Saat ini dilakukan pompa dan pengaturan lalu lintas oleh petugas,” ungkapnya. 

Khusus di KM 19 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta, saat ini masih ada genangan di L1, namun untuk L3 dan L4 dapat dilintasi semua kendaraan.

Adapun Rest Area KM 19 arah Cikampek ditutup sementara.

Heru menambahkan pada KM 3+800 Jalan Tol Jagorawi arah Jakarta, saat ini terdapat genangan di L1, sementara L2 hingga L5 dapat dilintasi. 

“Saat ini dilakukan penanganan dengan tanggul dan pompa,” ungkapnya.

Selain itu, untuk Km 9 Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah surut serta akses GT Jatibening dan GT Cibitung 7 arah Jakarta telah dibuka kembali dan dapat dilintasi oleh semua kendaraan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Janjikan Banjir Selesai Dalam 6 Jam, Anies Baswedan: Pagi Tadi Baru Surut 100 Persen,

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved