Banjir Jakarta Telan korban Jiwa, Lima Orang Meninggal, Empat Diantaranya Anak-anak

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, korban meninggal itu terjadi Sabtu kemarin. Menurut Anies, lima orang yang tewas itu, empat korban

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Instagram @imam_bhr
Banjir di jalan Kapten Tendean, Jakarta, Sabtu (20/2) 

TRIBUNJAMBI.COM - Lima orang dinyatakan meninggal dunia, dan empat diantaranya adalah anak-anak akibat banjir yang menerjang Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, korban meninggal itu terjadi Sabtu kemarin. Menurut Anies, lima orang yang tewas itu, empat korban adalah anak-anak.

Baca juga: Flu Burung (H5N8) Telah Menyerang Manusia, Rusia Laporkan Kasus Pertama di Dunia

Baca juga: LIVE STREAMING Unfollow Instagram Dayana, Pengikutnya Turun Drastis, Beda Nasib dengan Fiki Naki

Baca juga: Mantan Manajer Valentino Rossi Sebut ada yang Aneh dengan MotoGP Saat ini

"Ada korban meninggal jumlahnya lima orang. Empat dari lima orang ini adalah anak-anak usia 7 tahun, 11 tahun, 13 tahun," kata Anies seperti dikutip Kompas.tv, Minggu (21/02/2021).

Keempat anak yang tewas itu, menurut Anies, akibat kelalaian orang tua mengawasi anaknya yang bermain di genangan banjir.

"Mereka meninggal saat bermain di air. Kemudian ada arus, ada yang terpeleset dan lain-lain," kata Anies.

Dalam kesempatan meninjau pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Anies menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal.

Sampai Minggu sore, sejumlah lokasi masih terendam banjir, dan belum air surut sejak hujan lebat sejak Jumat dan Sabtu dinihari lalu.

Peringatan waspada banjir kali ini, sebelumnya telah disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Diperkirakan, hari ini instensitas curah hujan menurun, warga Jakarta harus tetap waspada.

BMKG memperkirakan, tiga hari ke depan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya potensi hujan masih tinggi. Ancaman banjir masih menghantui warga Jakarta. Selain itu, ancaman banjir datang dari kiriman sejumlah hulu sungai yang melintasi wilayah Jakarta.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Minggu pagi, merilis perkembangan terbaru tinggi muka air di beberapa pintu air menuju Jakarta.

Akun Twitter @BPBDJakarta, meninformasikan bahwa Pintu Air Angke Hulu, wilayah Barat, berstatus awas atau Siaga-1. Data yang diunggah pukul 06.26 WIB itu, sebagai pembaruan informasi kondisi sungai.

Sedangkan Sunter Hulu ketinggian permukaan air tercatat 250 sentimeter, dalam Status Siaga-II. Pintu air lainnya Karet, Pasar Ikan, dan Cipinang Hulu berstatus Siaga-3. Sementara pintu air Katulampa (Bogor), Depok, Manggarai (Jakarta Pusat), Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, dan Pulogadung berstatus normal.

BPBD DKI Jakarta memberikan peringatan antisipasi banjir kiriman ke Pulogadung dan wilayah yang dialiri sungai. "Waspada kurang lebih 4,5 jam ke depan air akan sampai di Pintu Air Pulogadung," tulis @BPBDJakarta.

Banjir yang melanda Jakarta sejka Jumat lalu, dan kemarin kondisi banjir semakin parah setelah curah hujan turun sejka Jumat malam sampai Sabtu pagi. Kawasan yang terendam banjir meluas, bahkan Jalan jenderal Sudirman, jalan utama yang memberlah ibukota dari Utara ke Selatan, terendam. *

Sumber : Gubernur Anies Baswedan: Lima Korban Tewas Akibat Banjir di Jakarta

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved