Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cerita Terowongan Venilale di Timor Leste, Dibangun Saat Perang Dunia Ke II

Serangan pasukan Jepang pada awal tahun 1942 ditanggapi oleh perlawanan pasukan kecil personel militer sekutu yang dikenal sebagai Sparrow Force.

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Foto: Mainichi
ilustrasi Terowongan 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah Timor Leste penuh dengan pertempuran, diantaranya menjadi medan pertempuran selama Perang Dunia II (PD II) dan invasi oleh Indonesia.

Di masa Perang Dunia II, terjadi pertempuran antara pasukan Jepang dan sekutu. Pasukan sekutu terutama dari Australia, Inggris Raya, dan Hindia Belanda.

Serangan pasukan Jepang pada awal tahun 1942 ditanggapi oleh perlawanan pasukan kecil personel militer sekutu yang dikenal sebagai Sparrow Force.

Terowongan Venilale. Sejarah Timor Leste Penuh Pertempuran, Siapa Sangka 'Warisan' Jepang Pengingat Penjajahan Berdarah Ini Justru Berguna Bagi Fretilin saat Hadapi Pasukan Indonesia
Terowongan Venilale. Sejarah Timor Leste Penuh Pertempuran, Siapa Sangka 'Warisan' Jepang Pengingat Penjajahan Berdarah Ini Justru Berguna Bagi Fretilin saat Hadapi Pasukan Indonesia ()

Baca juga: Niat Sholat Tahajud dan Doa Setelah Menunaikan Sholatnya, Lengkap dengan Bacaan Dzikir

Baca juga: Profil Alex Munster, Atlet Jambi yang Kalahkan Rudy Gunawan (Ahong) di One Pride MMA TV One

Baca juga: Misteri Tongkat Komando Soekarno, Selamatkan dari 7 Kali Pembunuhan Ternyata Hadiah dari Sosok Ini

Dalam pertempuran itu, penduduk lokal ikut membantu pasukan sekutu menghadapi gempuran Jepang.

Bahkan, ketika pasukan sekutu dievakuasi yang menandai berakhirnya kehadiran mereka di Pulau Timor dan kemenangan Jepang, beberapa orang Timor melanjutkan kampanye perlawanan.

Namun, bantuan mereka harus dibayar dengan mahal ketika Jepang berkuasa di wilayah itu sejak 1943. Puluhan ribu warga sipil Timor tewas akibat pendudukan Jepang, yang berlangsung hingga akhir perang pada tahun 1945.

Meski akhirnya menang, Jepang menghadapi perlawanan sengit, bahkan pasukan Jepang harus menjelajah semakin jauh ke pedalaman.

Serangkaian terowongan digali untuk digunakan sebagai tempat berlindung pasukan Jepang di sebuah kota sepi di Timor Leste, Venilale.

Melansir atlasobscura.com, Venilale berada di di pedalaman Timor Leste yang terkenal dengan cuacanya yang sejuk.

Di masa kolonialnya, kota ini adalah tujuan utama para pemukim Portugis yang ingin melarikan diri dari panas.

Di pinggiran Venilale inilah terdapat serangkaian terowongan yang kaya akan sejarah Perang Dunia II.

Ketika Jepang menyerang, ia melakukannya dengan intensitas dan jumlah pasukan yang tidak terduga.

Meski begitu, dikatakan Jepang membutuhkan waktu selama enam bulan untuk menguasai pulau itu.

Mereka harus menjelajah semakin jauh ke pedalaman, dan Venilale menjadi benteng pertahanan Jepang.

Pada saat itulah serangkaian terowongan digali untuk digunakan sebagai tempat berlindung.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved