Breaking News:

Kasus Investasi Bodong

Duta Inklusi Keuangan Jambi Komentari Kasus Share Results, Tazkia: Skip Aja Deh!

Masyarakat Jambi, masih dihebohkan dengan banyaknya korban dari investasi bodong, Share Results (SR). Tidak tanggung-tanggung,

ist
Tazkia El Houda, seorang Duta Inklusi Keuangan 2020 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Masyarakat Jambi, masih dihebohkan dengan banyaknya korban dari investasi bodong, Share Results (SR). Tidak tanggung-tanggung, data yang dihimpun Tribun, sekira kurang lebih 500 orang menjadi korban aplikasi SR ini.

Korbannya berasal dari semua kalangan, mulai dari ketua RT, pegawai swasta, ASN di Pemerintahan Provinsi Jambi, bahkan sejumlah dosen Swasta di Jambi, total kerugian juga ada yang mencapai Rp300 juta. Pihak Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) juga mengatakan, aplikasi SR tersebut tidak terdaftar, atau tidak memiliki legalitas.

Hal tersebut membuat Tazkia El Houda, Duta Inklusi Keuangan Provinsi Jambi 2020 memberi pandangan, terkait investasi bodong tersebut. Menurutnya, sebelum melakukan investasi uang, baik ke suatu lembaga, kita harus ingat 2 L, yakni legalitas dan logis.

Menurutnya, itu menjadi konsep dasar, untuk aman dan terhindar dari kasus investasi bodong.

"Yang saya mau sampaikan, untuk masyarakat, sebelum menginvestasikan uangnya kemanapun, jangan lupakan legalitas dan logis kita," kata Tazkia, dalam program Mojok Tribun Jambi, Kamis (18/2).

Ia menjelaskan, legalitas tersebut dasar dalam menjalankan investasi, dimana, setiap usaha dan aplikasi yang legal, wajib terdaftar di OJK.

"Legal itu maksudnya, sebelum investasi, di cek dulu ke OJK, apakah sudah terdaftar, apakah sudah diawasi OJK, kalau belum, saya sarankan skip aja deh," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, jika suatu aplikasi atau perusahaan investasi tidak terdaftar di OJK, maka OJK tidak bisa melakukan tindak lanjut, jika ada laporan terkait kasus penipuan atau investasi bodong dan semacamnya.

Sementara, katanya, setelah memeriksa legal, dia juga menyarankan untuk memakai logis.

Menurutnya, dalam menjalankan investasi, logis juga sangat berperan penting, agar masyarakat tidak tergiur dengan sebuah aplikasi ataupun investasi yang menjanjikan keuntungan yang besar.

Teori high risk high return, yang berarti semakin tinggi resiko, semakin tinggi pula pengembaliannya, menjadi tips jitu Tazkia, untuk mengedukasi masyarakat dalam menjalankan investasi.

"Semua ada risikonya, misal kita main Antam, risikonya naik turunnya saham," bilangnya.

Menurutnya, masyarakat jangan terlalu mengharapkan dan percaya dengan aplikasi yang menjanjikan keuntungan besar.

"Saya pribadi, tidak akan pernah percaya dengan aplikasi yang mengiming-imingi uang dan keuntungan yg besar," tutupnya.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved