Breaking News:

Kebakaran di Sarolangun

Satu Keluarga Tewas Terbakar, Warung Manisan dan Pertamini di Air Hitam Ludes

Satu warung Pertamini dan kelontong milik warga Desa Baru Kecamatan Air Hitam, Sarolangun ludes terbakar, Senin (15/2) malam.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/rifani halim
Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri didampingi Camat Air Hitam Bustra Desman meninjau bekas kebakaran hebat warung serta Pertamini 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Satu warung Pertamini dan kelontong milik warga Desa Baru Kecamatan Air Hitam, Sarolangun ludes terbakar, Senin (15/2) malam.

Warung yang diketahui milik Lukman Alhadat (28) terbakar sekitar pukul 20.30 WIB menghanguskan seluruh isinya. Di antaranya peralatan Pertamini, gas, minyak bensin dan manisan.

Camat Air Hitam, Bustra Desman saat dikonfirmasi mengatakan, menurut saksi, Lukman keluar dengan kondisi kaki korban terbakar api kemudian korban masuk ke rumah guna menyelamatkan istri dan anak korban dan teriak meminta tolong.

"Satu unit bangunan warung yang terbuat dari bangunan bercampur kayu papan serta isinya ludes terbakar," kata kata Bustra.

Kebakaran hebat itu juga menewaskan satu keluarga. Camat Air Hitam mengatakan, pemilik warung beserta anak dan istri meninggal di warung miliknya itu.

"Ketiga korban meninggal dunia dengan kondisi tubuh terbakar, korban merupakan warga Desa Baru dengan identitas Lukman Alhadat (28), istrinya Nurkalima dan Azkha Rafasa," katanya.

Ia menjelaskan, kebakaran diketahui oleh warga setempat ketika melihat korban, Lukman (suami) keluar dengan kondisi kaki korban terbakar.

Kemudian masuk ke rumah guna menyelamatkan istri dan anak korban sambil berteriak meminta tolong.

Namun, kobaran api begitu cepat menyambar sehingga istri dan anaknya terbakar, tak bisa diselamatkan hingga meninggal dunia.

"Bedasarkan keterangan saksi (warga setempat) api mulai menyala dari kaki korban yang pada saat itu keluar meminta tolong, warga yang berada di sana tidak berani mendekat karana banyak ledakan api yang diduga berasal dari letupan Pertamini dan tabung gas elpiji, serta galon minyak," katanya lagi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved