Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Percaya dan Memberitakan Kabar Baik

Bacaan ayat: 2 Korintus 4:14 (TB) - "Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama denga

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Ilustrasi Yesus Kristus 

Percaya dan Memberitakan Kabar Baik

Bacaan ayat: 2 Korintus 4:14 (TB) - "Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya"

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Pelajaran tersulit dalam hidup adalah memahami penderitaan.

Banyak orang bertanya-tanya, mengapa harus ada penderitaan di muka bumi ini?

Jika Tuhan itu Mahakuasa, bukankah baik adanya jika dengan kuasa-Nya Ia meniadakan penderitaan?

Ide ini tentu didasarkan pada pemahaman kita sebagai manusia yang mengalami bahwa pengalaman penderitaan itu tidak menyenangkan, bahkan menghambat seseorang untuk menikmati kehidupan.

Ide dasarnya, bahwa jika penderitaan itu tidak ada maka hidup akan menjadi lebih hidup untuk dinikmati.

Sadarkah kita, bahwa ide itu adalah ide awal Tuhan ketika menciptakan kehidupan.

Eden menjadi prototype awal Tuhan bahwa Ia menciptakan kehidupan untuk tujuan kekekalan tanpa adanya penderitaan.

Renungan Harian Kristen - Menemukan Kebenaran yang Sejati

Lalu, mengapa penderitaan itu muncul?

Penderitaan ternyata konsekuensi logis dari pilihan manusia ketika memilih untuk tidak taat dan memberontak kepada Allah.

Kematian menjadi hukumannya dan penderitaan menjadi proses yang dialami menuju pada hukuman tersebut.

Dalam sejarah, kita bisa menemukan bahwa manusia telah salah paham dengan tentang penderitaan.

Keinginan yang ada pada manusia dianggap sebagai penyebab penderitaan.

Hal ini didasarkan pada hukum sebab akibat; seseorang dianggap akan menderita jika mempunyai keinginan, maka untuk menghindarkan diri dari penderitaan seseorang perlu mengendalikan keinginan, bahkan meniadakan keinginan.

Kita dapat berimajinasi, bagaimana jadinya kehidupan tanpa keinginan. Kehidupan itu ada justru karena ada keinginan.

Seekor lalat sekalipun, yang hidupnya tidak berlangsung lama, dalam tubuhnya ada dorongan keinginan berupa insting untuk mempertahankan hidup dan menemukan pasangan untuk berkembang biak, setelah itu mati.

Artinya, tanpa keinginan maka kehidupan menjadi tidak lagi bermakna.

Penderitaan secara umum, juga dipandang sebagai kondisi jauh dari Tuhan. Dosa telah menciptakan penderitaan.

Renungan Harian Kristen - Perkataan yang Membangun Kehidupan

Maka jika ingin bebas dari penderitaan, jangan berbuat dosa dan hiduplah dekat dengan Tuhan.

Itu berarti ada perbedaan yang jelas, bahwa mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan akan semakin tidak menderita, sementara yang jauh dari Tuhan akan hidup penuh derita.

Faktanya, penderitaan tidak pandang bulu. Bahkan dalam banyak penilaian, orang yang hidup dekat dengan Tuhan, justru mengalami penderitaan.

Seorang tokoh yang dicatat Alkitab, Ayub namanya. Hidup dekat dengan Tuhan.

Namun ia menderita. Hartanya ludes, Anak-anaknya mati, bahkan istrinya pergi meninggalkannya dalam kondisi sakit parah.

Mungkinkah meniadakan penderitaan? Jika tidak mungkin, lalu apa yang harus kita lakukan?

Karena ketidaktaatan Adam dan Hawa maka semua manusia menjadi berdosa dan hidup dalam menderita.

Dalam kondisi ini kita memerlukan pemulihan agar kita kembali pada maksud awal Allah ketika menciptakan kehidupan.

Jika karena ketidaktaatan Adam, semua manusia menjadi berdosa; maka karena ketaatan satu orang pula yaitu Yesus Kristus semua manusia dimungkinkan dipulihkan melalui respon percaya.

Renungan Harian Kristen - Menemukan dan Ditemukan Juruselamat

Yesus Kristus menderita dan mati demi menyelesaikan persoalan dosa dan memulihkan kondisi manusia seperti rencana awal Allah ketika menciptakan kehidupan.

Ini yang membuat Paulus memiliki keyakinan yang kokoh ketika ia membuat pernyataan bahwa, 'Kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.'

Apakah yang membuat Paulus memiliki pemahaman yang demikian?

Bagi Paulus yang memilih menjadi percaya kepada Yesus Kristus, pola pikirnya telah diperbaharui.

Orang percaya memang tidak otomatis akan bebas dari penderitaan.

Penderitaan akan tetap dialami selama masih menjalani kehidupan di dunia.

Namun, penderitaan tidak lagi menakutkan dan mengancam sehingga perlu dihindari atau ditiadakan.

Penderitaan dipandang sebagai sebuah kewajaran dalam kerangka pengharapan akan janji jaminan keselamatan yang telah diperolehnya dalam Yesus Kristus.

Dengan memandang pada penderitaan dan kematian Yesus Kristus, orang percaya mendapatkan penghiburan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi jaminan bahwa penderitaan yang dialami tidak lagi menyakiti.

Andai pun penderitaan tersebut membawa kematian, orang percaya yakin bahwa kebangkitan Yesus Kristus akan membangkitkan dia juga kelak ketika Yesus datang yang kedua kali.

Oleh karena itu, bagi Paulus dan semua orang percaya, telah memperoleh anugerah dan kasih karunia dari Allah dan hidup dalam kasih karunia tersebut.

Renungan Harian Kristen - Menemukan dan Ditemukan Juruselamat

Tubuh hanya bejana tanah liat yang akhirnya akan hancur dan berganti dengan tubuh yang tidak bisa binasa pada saatnya nanti.

Pilihan percaya inilah yang membuat Paulus tekun dalam memberitakan Kabar Baik, Injil, kepada semua orang.

Paulus percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi manusia dan menjadi Juruselamat bagi semua orang tanpa terkecuali, maka dia terus bersemangat dalam memberitakan.

Penderitaan tidak lagi menakutkan, bahkan penderitaan bisa diposisikan sebagai konsekuensi logis dari memberitakan Injil kepada orang lain.

Penolakan pasti ada, pertentangan kadang tidak bisa dihindari.

Namun Injil tetap diberitakan.
Implementasinya bagi kita saat ini adalah sebuah inspirasi: beritakanlah Injil karena percaya, bukan hanya karena tahu.

Biarkan berita Injil mengubah paradigmamu terhadap segala hal, termasuk penderitaan.

Penderitaan yang bisa menuju kematian hanyalah sebuah pintu menuju kehidupan kekal yang sudah dijanjikan dan dijamin kepastiannya. Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved