Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Percaya dan Memberitakan Kabar Baik

Bacaan ayat: 2 Korintus 4:14 (TB) - "Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama denga

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Ilustrasi Yesus Kristus 

Ini yang membuat Paulus memiliki keyakinan yang kokoh ketika ia membuat pernyataan bahwa, 'Kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.'

Apakah yang membuat Paulus memiliki pemahaman yang demikian?

Bagi Paulus yang memilih menjadi percaya kepada Yesus Kristus, pola pikirnya telah diperbaharui.

Orang percaya memang tidak otomatis akan bebas dari penderitaan.

Penderitaan akan tetap dialami selama masih menjalani kehidupan di dunia.

Namun, penderitaan tidak lagi menakutkan dan mengancam sehingga perlu dihindari atau ditiadakan.

Penderitaan dipandang sebagai sebuah kewajaran dalam kerangka pengharapan akan janji jaminan keselamatan yang telah diperolehnya dalam Yesus Kristus.

Dengan memandang pada penderitaan dan kematian Yesus Kristus, orang percaya mendapatkan penghiburan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi jaminan bahwa penderitaan yang dialami tidak lagi menyakiti.

Andai pun penderitaan tersebut membawa kematian, orang percaya yakin bahwa kebangkitan Yesus Kristus akan membangkitkan dia juga kelak ketika Yesus datang yang kedua kali.

Oleh karena itu, bagi Paulus dan semua orang percaya, telah memperoleh anugerah dan kasih karunia dari Allah dan hidup dalam kasih karunia tersebut.

Renungan Harian Kristen - Menemukan dan Ditemukan Juruselamat

Tubuh hanya bejana tanah liat yang akhirnya akan hancur dan berganti dengan tubuh yang tidak bisa binasa pada saatnya nanti.

Pilihan percaya inilah yang membuat Paulus tekun dalam memberitakan Kabar Baik, Injil, kepada semua orang.

Paulus percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi manusia dan menjadi Juruselamat bagi semua orang tanpa terkecuali, maka dia terus bersemangat dalam memberitakan.

Penderitaan tidak lagi menakutkan, bahkan penderitaan bisa diposisikan sebagai konsekuensi logis dari memberitakan Injil kepada orang lain.

Penolakan pasti ada, pertentangan kadang tidak bisa dihindari.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved