Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Rencana Perang China di Masa Depan Dibocorkan Secara Gambalng Oleh Surat Kabar Tiongkok

Pada 9 Juli 2012, surat kabar Tiongkok berbahsa mandarim Wenweipo, menulis sebuah artikel berjudul Enam Perang Tiongkok, Pasti Akan Bertempur Dalam 50

Tayang:
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
AFP
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Negeri Panda itu, diklaim menjadi negara terkuat dunia saat ini berada di bawah Amerika, dan kemungkinan akan terus bertambah kuat.

Selain itu tahukah Anda ada sebuah tautan cukup mengejutkan yang pernah diterbitkan oleh media China, terkait rencana perang di masa depan.

Pada 9 Juli 2012, surat kabar Tiongkok berbahsa mandarim Wenweipo, menulis sebuah artikel berjudul Enam Perang Tiongkok, Pasti Akan Bertempur Dalam 50 Tahun Mendatang.

Ternyata Timor Leste Miliki Banyak Kekayaan Alam, Tidak Hanya Kayu Cendana

Coba Tutorial Hijab Pashmina Ala Fina Rahmaw yang Kekinian

Bacaan Surat Yasin dan Tahlil, Lengkap dengan Terjemah dan Bahasa Arabnya

Rencana itu diyakini sebagai cara China mengklaim kembali wilayah kekaisaran mereka yang hilang sejak dikalahkan Inggris dalam perang Candu 1840-1842.

Hal itu diterbitkan dalam sebuah buku Maria Hsia Chang, Return of The Dragon: China Wounded Nationalism, Westview 2001.

China belum menjadi kekuatan besar, jika semua wilayahnya belum bersatu.

Demi martabat Kaisar China, enam peperangan harus dilakukan selama lima puluh tahun mendatang, mulai perang regional hingga perang total.

1. Perang Unifikasi Taiwan 2020-2025

Padahal sumber itu diitulis tahun 2013, tetapi pernyataan ini terbukti. Tahun 2020, China sudah terus melakukan upaya penyatuan Taiwan melaluin intimidasi militer.

Sumber tersebut berbunyi begini: China harus menyusun strategi untuk menyatukan Taiwan dalam sepuluh tahun ke depan, dimulai pada tahun 2020.

Pada saat itu, China harus mengirim ultimatum ke Taiwan, menuntut Taiwan untuk memilih resolusi penyatuan damai (epilog yang paling disukai untuk Tiongkok) atau perang (opsi yang dipaksakan) pada tahun 2025.

Untuk tujuan penyatuan, Tiongkok harus melakukan persiapan tiga hingga lima tahun sebelumnya.

Dari analisis situasi saat ini, Taiwan diperkirakan akan melawan unifikasi, sehingga tindakan militer akan menjadi satu-satunya solusi.

Perang penyatuan ini akan menjadi perang pertama di bawah pengertian perang modern sejak berdirinya "China Baru".

Perang ini akan menjadi ujian bagi perkembangan Tentara Pembebasan Rakyat dalam peperangan modern.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved