Kamis, 21 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dubes China Sebut Amerika Perlu Diselidiki Terkait Asal Virus Corona, Siapa Saja Terlibat?

Duta Besar Cui Tiankai menuding balik AS setelah ditanya tentang klaim virus Covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di provinsi Wuhan. “Saya pikir

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
AFP
Ilustrasi bendera China 

Ketika virus tumbuh sepenuhnya di luar kendali Beijingt ahun lalu, pejabat Partai Komunis China dan media pemerintah dituding melakukan pelanggaran.

Pasalnya mereka memuji penanganan pandemi virus corona oleh rezim Komunis, sambil meningkatkan upaya agresif untuk memerangi kecaman internasional.

Partai Komunis China berulang kali memberikan jaminan bahwa ia bereaksi dengan cepat dan tepat terhadap krisis.

Namun kenyataannya, pemerintah tidak meluncurkan rencana nasional untuk memerangi pandemi sampai kasus pertama di luar China ditemukan.

Ikatan Cinta 10 Februari 2021 - Elsa Dibalik Kematian Roy & Pengeroyokan Rafael? Nasib Andin dan Al?

Tepatnya pada 13 Januari di Thailand.

Seminggu sebelum China mulai memberi laporan kepada WHO, lebih dari 3.000 orang yang tidak diketahui terpapar dan terinfeksi selama minggu itu.

Sementara pemerintah Beijing tetap diam.

Dokter China (34 tahun) yang mencoba mengeluarkan peringatan pertama tentang virus corona mematikan di Wuhan.

Dibungkam oleh polisi, kemudian meninggal karena penyakit itu pada Februari 2020.

Pada 30 Desember 2020, Dr. Li Wenliang mengirimkan peringatan melalui aplikasi perpesanan WeChat.

Dia memperingatkan sesama lulusan sekolah kedokteran di China untuk mengenakan pakaian pelindung demi menghindari infeksi.

Saat itu beberapa pasien dari pasar makanan laut lokal menunjukkan gejala yang mirip dengan SARS.

Wenliang adalah salah satu dari delapan whistleblower yang mencoba menyuarakan kewaspadaan dini tentang virus baru saat itu.

Tapi pernyataannya dikecam oleh pihak berwenang dan disebut "rumor."

Dia dipanggil ke Biro Keamanan Umum dan diminta untuk menandatangani surat di mana dia mengaku telah membuat "komentar palsu" yang telah "sangat mengganggu ketertiban sosial."

https://www.kompas.com/global/read/2021/02/09/234112470/dubes-china-as-juga-perlu-diperiksa-soal-asal-usul-covid-19?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved