Breaking News:

Berita Sarolangun

4 Pemilik Alat Berat PETI Teken Surat Perjanjian, Rabu Forkompinda Kembali Turun ke Lokasi

Senin siang saat wakil bupati, Dandim Sarko serta Kapolres Sarolangun mendatangi lokasi, enam alat berat peti terparkir

Rifani halim
Hillalatil Badri saat berbicara dengan pemilik alat berat agar menandatangani perjanjian agar tidak menambang emas kembali di hutan 

JAMBI, SAROLANGUN - Tujuan Forkompinda Sarolangun mendatangi desa Panca Karya kecamatan Limun Sarolangun yaitu untuk melakukan kesepakatan dengan para pemilik alat berat yang melakukan penambangan emas tampa izin di Hutan lindung Lubuk Bedorong.

Senin siang saat wakil bupati, Dandim Sarko serta Kapolres Sarolangun mendatangi lokasi, enam alat berat peti terparkir manis di tepi jalan desa Panca Karya, berserta para pemilik.

Enam alat berat yang terparkir itu dimiliki oleh empat orang, dua diantaranya memiliki dua alat berat.

Hillalatil Badri wakil bupati kabupaten Sarolangun saat di lokasi menyampaikan kepada empat pemilik adat berat tersebut untuk menandatangani perjanjian agar tidak masuk ke lokasi hutan untuk mengambil emas.

Jika hal itu masih terjadi maka hari Rabu ini pihak Forkompinda akan bertindak tegas dan menindak secara hukum.

"Kita tidak ada proses penahanan. Kita lakukan ini secara persuasif, kalau hari Rabu ada di lokasi berarti tidak menghargai kami lagi. Soal menghargai be lagi,"

"Kalau bicara hukum apupun hari ini itu dak boleh. kami menghargai kalian, kalian harus menghargai kami yang datang kesini," Kata Wabup Sarolangun kepada pemilik alat berat, Senin (8/2/2021).

Saat diwawancarai setelah melihat para pemilik alat berat menandatangani perjanjian di atas materai 10.000, Hillalatil Badri mengatakan, hari ini pihaknya masih menghimbau dan menekankan kepada pemilik agar tidak lagi masuk kedalam hutan lindung.

"Kita berikan empat pernyataan, selama izin tambang rakyat belum ada masyarakat tidak boleh nemambang peti," kata Hillalatil Badri.

Ia kembali menegaskan, saat ini sudah dilakukan tindakan persuasif, jika masih dilakukan oleh para oknum peti, maka pihaknya akan menindak secara aturan dan hukum.

"Tidak ada pilih kasih, semua akan kita bertindakan( jika tidak mengindahkan imbauan)," katanya.

Caption : Hillalatil Badri saat berbicara dengan pemilik alat berat agar menandatangani perjanjian agar tidak menambang emas kembali di hutan

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved