Sikap Indonesia Terkait Konflik di Laut China Selatan yang Memanas, Jokowi Ungkap Soal Ini

Sikap Indonesia Terkait Konflik di Laut China Selatan yang Memanas, Jokowi Ungkap Soal Ini

Editor: Heri Prihartono
ist
FILE : Kelompok kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memasuki di perairan Laut China Selatan, berdekatan Teluk Filipina. 

Sekitar 80 persen dari impor energi China dan 39,5 persen dari total perdagangan mereka melewati Laut China Selatan.

Sejak 2013, China mulai melakukan pembangunan di Kepulauan Spratly dan Paracel.

Tindakan tersebut mengundang kecaman internasional. Mulai 2015, Amerika Serikat dan negara-negara lain, termasuk Perancis dan Inggris, melakukan apa yang disebut kebebasan operasi navigasi di Laut China Selatan.

Amerika Cemas China dan Rusia Gunakan Senjata Nuklir, Joe Biden Mendadak Jadi Begini, Takut Hancur?

Malaysia Bisa Hancur Berantakan Jika Tak Melawan, Hasil Lautnya Dijarah China, Malah Bilang Begini

Kesaksian Ajudan Istana Kejutkan Dunia, Inilah Pelaku Pembantaian Keluarga Kerajaan Nepal Sebenarnya

Konflik Laut China Selatan antara China dan Negara-negara ASEAN yang melibatkan Amerika Serikat menjadi perhatian dunia

China kerap berselisih paham dengan Amerika mengenai klaim 90 persen wilayah Laut China Selatan atau LCS yang menuai kontroversi.

Letak Geografis Indonesia sangat penting untuk kepentingan militer China dan Amerika , namun Indonesia tetap tidak memihat negara manapun.

Meski demikian, para ahli meramalkan Indonesia bakal berkonflik dengan China di masa mendatang.

Saat ini, tak ada sengketa teritorial antara Indonesia dan China, dan masalah apapun dengan negeri panda tersebut.

Namun, menurut sebuah artikel yang diterbitkan Fpri.org, oleh Felix K.Chang, penelitis senior Kebijakan Luar Negeri, dan asisten profesor di Uniformed Services University of the Health Sciences.

Indonesia diprediksi akan mengalami perselisihan dengan China di masa depan, dilihat dari data-data hubungan kedua negara tersebut.

FILE : Kelompok kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memasuki di perairan Laut China Selatan, berdekatan Teluk Filipina.
FILE : Kelompok kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memasuki di perairan Laut China Selatan, berdekatan Teluk Filipina. (ist)

Dala tulisannya, Felix mengatakan memang tidak ada sengketa tanah, tetapi ada sengketa maritim, diperjelas pada Desember 2019.

Ketika sebuah kapal penjaga pantai Tiongkok mengawal beberapa kapal penangkap ikan masuk ke dalam sembilan garis putus-putus yang diproklamirkan Tiongkok.

Tetapi berada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia , dekat kepulauan Natuna di Laut China Selatan.

Ini adalah situasi memanas pertama Indonesia dengan China, di mana Jakarta langsung memanggil duta besar China untuk melakukan protes diplomatik.

TNI kemudian dikerahkan dengan sepuluh kapal angkatan laut, dan empat pesawat tempur F-16 ke pulau Natuna, pada awal tahun 2020.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved