Breaking News:

Suku Anak Dalam

Mereka Sudah di Sana Sebelum Taman Nasional Bukit Duabelas Dibentuk

Membuat kolaborasi aturan negara dengan aturan masyarakat adat Orang Rimba bukan hal mudaAH bagi Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

ist
Haidir, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Duabelas 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Membuat kolaborasi aturan negara dengan aturan masyarakat adat Orang Rimba bukan hal mudaAH bagi Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Saat negara menentukan satu tempat sebagai kawasan konservasi artinya sudah memiliki payung aturan pengelolaan taman nasional, yaitu UU nomor 5.

Dalam kawasan konservasi yang memiliki penghuni seperti masyarakat adat orang rimba sering kali mendapat benturan, sebab masyarakat adat juga memiliki aturan dalam kehidupan mereka. Meskipun masih oral dan visual belum tertulis.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai TNBD, Haidir saat diwawancarai Tribun beberapa waktu lalu.

Haidir mengatakan, orang rimba juga memiliki aturan penggunaan ruang dengan dasar pengetahuan lokal masyarakat adat Orang Rimba, hal itu hampir sama dengan aturan negara.

"Hal itu yang selama ini kita kaji dan kumpulkan. Nilai-nilai kearifan lokal orang Rimba untuk kita padukan dengan aturan negara," kata Haidir.

Lanjutnya, kini TNBD telah menyusun suatu dokumen zonasi yang memadukan antara aturan negara dengan aturan masyarakat adat Orang Rimba.

"Jadi kita coba angkat hal itu, bagaimana memadukan antara negara dengan aturan adat. Karena aturan adat orang Rimba tidak mungkin kita tinggalkan, karena mereka sudah ada disitu sebelum taman nasional dibentuk," ungkap Haidir.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved