Berita Internasional

JOE BIDEN Akui Donald Trump Terlalu Lemah ke Putin, Kini Akui AS Tidak Akan Lagi Tunduk dengan Rusia

Amerika Serikat dan Rusia sama-sama tidak pernah sejalan baik Negeri Paman Sam berganti-ganti Presidennya.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribun Jambi
Joe Biden dan Vladimir Putin 

TRIBUNJAMBI.COM - Amerika Serikat dan Rusia sama-sama tidak pernah sejalan baik Negeri Paman Sam berganti-ganti Presidennya.

Ya, hubungan Amerika Serikat (AS) dan Rusia tidak pernah selalu sama.

Kadang berbaikan. Kadang saling serang menggunakan militer.

Namun ketika Donald Trump memimpin AS, hubungan dua negara cukup mesra.

Bahkan Vladimir Putin menjadi salah satu pemimpin negara yang memberikan ucapan selamat.

Berbeda dengan Joe Biden.

Amerika Cemas China dan Rusia Gunakan Senjata Nuklir, Joe Biden Mendadak Jadi Begini, Takut Hancur?

Peringatan Xi Jinping ke Joe Biden Soal Taiwan, Jangan Sampai Terjadi Deklarasi Merdeka: Maka Perang

DUGAAN Keterlibatan China Dalam Kudeta Militer Myanmar, Bisa Beri Dampak Bahaya Bagi Joe Biden

Putin termasuk pemimpin negara yang cukup lama memberikan selamat atas kemenangan Biden.

Melihat dua pemimpin negara itu yang sepertinya tidak akur, bagaimana hubungan 2 negara ini ke depannya?

Rupanya, Presiden AS Joe Biden sudah punya rencana.

Dilansir dari kompas.com pada Jumat (5/2/2021), Presiden AS Joe Biden menyatakan, dia sudah memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin masa mereka "tunduk" sudah usai.

Pernyataan itu disampaikan di tengah upayanya untuk memutus kebijakan luar negeri yang dilakukan pendahulunya, Donald Trump.

Donald Trump
Donald Trump (Carolyn Kaster/AP)

Saat masih menjabat pada 2017 sampai 2021, Trump dianggap terlalu dekat dengan pemerintah "Negeri Beruang Merah".

"Amerika sudah kembali. Diplomasi sudah kembali," tegas Biden dalam pidato yang diutarakan di Kementerian Luar Negeri AS.

Presiden berusia 78 tahun itu mengatakan, dia mengangkat banyak isu saat menelepon Presiden Putin pada Januari lalu.

Di antaranya dugaan intervensi Moskwa di Pilpres AS 2016, kabar Rusia menawarkan uang hadiah ke Taliban untuk membunuh pasukan AS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved