Berita Tanjab Timur
81 Persen Sekolah di Tanjabtim Sudah Lakukan Pembelajaran Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junedi Rahmad, Kamis (4/2/2021) mengatakan, berdasarkan hasil rapat yang dilakukan pihaknya bersama tim gugus tugas
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kasus Covid-19 di Tanjabtim masih terus terjadi, pembelajaran tatap muka di wilayah ini beresiko terpaksa ditutup sementara.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junedi Rahmad, Kamis (4/2/2021) mengatakan, berdasarkan hasil rapat yang dilakukan pihaknya bersama tim gugus tugas Covid-19 Tanjabtim.
"Untuk kecamatan dan desa yang beresiko (terdapat kasus) maka sekolah yang ada di wilayah tersebut untuk sementara ditutup pembelajaran tatap muka," ujarnya.
• Hingga Kini Pasar Semi Modern Sengeti Belum Difungsikan, Padahal Sudah Diresmikan, Ini Penyebabnya
• Gegara Kaesang, Wali Kota Solo dan Istana Bogor Kena Getahnya, Ternyata Begini Ulah Putra Jokowi!
• Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini, Selicin Belut Elsa Berhasil Lagi Membodohi Nino, Al dan Andin Rujuk
"Dan bagi para siswa yang terpaksa PTM tersebut, kembali melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR). Dengan menggunakan sistem yang sebelum nya sudah dilakukan," tambahnya.
Berdasarkan data terupdate jumlah sekolah yang saat ini melakukan (PTM) dan (BDR) yang dihimpun Dinas Pendidikan Tanjabtim masih didominasi sekolah tatap muka.
"Per 3 Februari lalu, jumlah SD yang melakukan tatap muka (PTM) ada 166 Sekolah dari total 206 sekolah dalam artian ada 40 sekolah diantaranya masih melakukan (BDR) atau 81 Persen nyaa PTM). Sedangkan untuk tingkat SMP dari total 45 sekolah 35 (PTM) dan 10 diantaranya (PTM) atau 78 persen (PTM)," pungkasnya.
Untuk diketahui, sebelum nya Pemerintah Kabupaten Tanjabtim melalui Dinas Pendidikan, memutuskan Pembelajaran serentak di awal tahun 2021 oleh Pemerintah, Dinas Pendidikan Tanjabtim tidak memaksa siswa untuk hadir tanpa izin orang tua.
Sesuai dengan SK Kemendikbud, wilayah dengan zona rendah risiko penularan Covid-19 diizinkan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Tanjabtim menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori diizinkan, Disdik Tanjabtim tetap tidak memaksa siswa untuk hadir jika tidak mendapatkan izin dari wali.
"Keputusan orang tua menjadi syarat penting, perizinan yang harus dipenuhi untuk anaknya bisa sekolah dilakukan secara tatap muka di tengah situasi pandemi Covid-19. Jika mereka tidak memberikan izin tentu siswa tidak harus ke sekolah," ujarnya.