Negara-negara ini Miliki Hutang Banyak dengan China, dan Diprediksi Akan Alami Kebangkrutan
Tapi proyek ini menimbulkan kekhawatiran ke negara yang didanainya, menurut Center for Global Development Studi itu mengevaluasi tingkat hutang dari
TRIBUNJAMBI.COM - Seperti diketahui, agenda besar China adalah menciptakan Belt and Road Initiative (BRI).
BRI tersebut dikenal dengan sebutan Sabuk dan Jalan China.
Adanya proyek ini memungkinkan China untuk mengucurukan dana hingga 8 triliun dollar AS.
Sumber dana tersebut diperuntukkan dalam proyek infrastruktur di seluruh Eropa, Asia dan Afrika.
Tapi proyek ini menimbulkan kekhawatiran ke negara yang didanainya, menurut Center for Global Development.
Studi itu mengevaluasi tingkat hutang dari 68 negara yang menjadi tuan rumah proyek BRI China.
• Promo Giant Hari Ini 3 Februari 2021, Sayuran Segar Murah, Detergen Hemat 25%, Jeruk Hemat 50%, DLL
• Guna Menciptakan Kamtibmas di Muarojambi, Polsubsektor Sungai Gelam Diresmikan Hari Ini
• RSUD Daud Arif Terima 652 Dosis Vaksin Covid-19 dari Dinkes Tanjabbar
Ditemukan ada 23 negara yang berisiko mengalami kesulitan utang saat ini.
Bahkan di antara 23 negara tersebut ada 8 negara yang di antaranya dalam kondisi mengkhawatirkan dan bisa terancam bangkrut.
Delapan negara ini, berisiko tinggi karena memiliki proporsi utang luar negeri cukup tinggi pada China dan Bank di China.
Bahkan jika terus menerus dilakukan, mereka bisa berakhir dalam jebakan utang China.
Negara mana saja yang terlilit utang China sampai-sampai diprediksi bakal bangkrut?
Berikut 8 negara tersebut seperti dikutip dari The Print.
1. Pakistan
Pakistan, sejauh ini negara terbesar yang berisiko tinggi, saat ini memproyeksikan tambahan utang sekitar 62 miliar dollar AS, dilaporkan utang China 80 persen dari itu.
Ditambah proyek-proyek BRI yang besar dan suku bunga yang relatif tinggi yang dikenakan oleh China menambah risiko kesulitan utang Pakistan.