Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sejarah Masjid Muhammad Cheng Hoo, Dibangun Pada Masa Gubernur HBA hingga Sempat Terkendala Dana

Pembangunannya saat ini sudah berjalan 90 persen dan diharapkan dapat diresmikan pada Maret 2021 yang akan datang.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Monang
Masjid Muhammad Cheng Hoo, masjid berarsitktur Tionghoa di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berada di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi ini, merupakan masjid berarsitektur Tionghoa pertama di Jambi.

Pembangunannya saat ini sudah berjalan 90 persen dan diharapkan dapat diresmikan pada Maret 2021 yang akan datang.

H M Rusli, pencetus pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo sekaligus Penasehat DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jambi menceritakan sejarah pembangunan masjid ini.

Baca juga: Sudah Pindah Tangan ke Pemprov Jambi, Taman Pedestrian Danau Sipin Belum Dibuka untuk Umum

Baca juga: INI KATA Mahfud MD Soal Dirinya Beri Restu Moeldoko Ambil Alih Demokrat dari AHY: Wah, Mengagetkan

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta Malam Ini, Terharu! Al Mencium Lembut Rambut Andin

"Ide pembangunan masjid ini bermula dari Masjid Cheng Hoo yang ada di Surabaya. Mengingat di Jambi satahu saya belum ada bangunan masjid dengan gaya Tionghoa yang kental. Kemudian kami bersama anggota PITI Jambi berniat untuk membangun tempat ibadah sekaligus sekretariat untuk PITI Jambi," ungkap Rusli kepada Tribunjambi.com, Selasa (2/2/2021).

Pembangunan masjid yang diberi nama seorang tokoh pengembara muslim asal Tiongkok ini bertujuan untuk menjadi tempat belajar bersama para mualaf Tionghoa di Jambi.

"Kami (PITI) belum memiliki tempat permanen sebagai sekretariat. Sehingga pada 2012 dibangunlah masjid ini yang nantinya masyarakat umum ataupun muslim Tionghoa melaksanakan ibadah salat," jelasnya.

Rusli bilang, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Gubernur Jambi pada saat itu, Hasan Basri Agus (HBA).

"Peletakan batu pertama dilakukan pada 22 Juli 2012 oleh Bapak HBA sebagai Gubernur Jambi pada saat itu. Lalu beliau didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi Efendi Hatta, dan Wali Kota Jambi Pak Bambang," ujarnya.

Proses pembangunan masjid ini pun tidak berlangsung cepat. Rusli mengatakan pihaknya terkendala oleh dana. Namun dengan tingkat kerja sama yang baik dan kekompakan dari para muslim Tionghoa ini, maka para donatur dari pengusaha dan pemerintah pun turut ambil andil dalam menyumbang dana.

"Selain dari uang sumbangan dari anggota PITI Jambi, pengusaha-pengusaha dan pihak pemerintah Jambi juga telah banyak mengambil peran dalam pendanaan pembangunan Masjid Cheng Hoo ini. Sehingga pembangunan bisa terealisasi seperti sekarang ini," paparnya.

Memakan waktu kurang lebih sembilan tahun lamanya, pembangunan masjid ini memiliki ide yang mengalir. Dirinya pun selalu mendapatkan masukan dan ide-ide pembangunan masjid ini dalam setiap proses pembangunan.

"Pembangunan masjid ini tidak langsung direncanakan dalam sekali ide. Selama berproses hampir sembilan tahun ini, kami menerima banyak ide-ide dari orang-orang yang peduli dengan masjid ini,".

"Seperti halnya pada pembangunan jalur disabilitas ini. Ini kami mendapatkan ide dari beberapa anggota PITI yang cukup memperhatikan saudara kita yang mengalami disabilitas," katanya.

Kemudian juga untuk pembangunan pagar yang direncanakan akan dibangun tinggi, namun mendapat tanggapan dari warga sekitar hal itu akan membuat masjid ini tak terlihat dari luar.

"Tentu masukan-masukan yang baik ini kami tampung, kami diskusikan, dan kami jadikan ide-ide baru," jelasnya.

Dirinya berharap ke depannya, kehadiran Masjid Muhammad Cheng Hoo ini dapat menjadi lokasi wisata religi di Kota Jambi. Kemudian juga dapat menjadi salah satu ikon di Jambi nantinya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved