Jelang Imlek, Walikota Jambi Minta Warga Tionghoa Lapor Jika Dapat Diskriminasi

Ia menyampaikan, tidak ingin adanya pembeda di Kota Jambi, dan timbulnya rasa minoritas serta mayoritas.

Tribunjambi/Rara
Aktivitas masyarakat Tionghoa di Vihara Sakyakirti Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jelang Imlek, Walikota Jambi, Syarif Fasha meminta masyarakat Tionghoa di Kota Jambi laporkan pada pemerintah jika dapatkan diskriminasi.

Ia menyampaikan, tidak ingin adanya pembeda di Kota Jambi, dan timbulnya rasa minoritas serta mayoritas.

"Agar jangan sampai ada yang berani melakukan diskriminasi. Apalagi sampai aparat kami yang melakukan," ucap Fasha, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Besok, Vaksin Covid-19 Jatah Untuk Kabupaten Tebo Dijadwalkan Mulai Dijemput

Baca juga: Begini Penjelasan Ketua DPRD Muarojambi Soal Rumdis yang Diduga Tak Ditempati

Baca juga: Om Kos Jual Anak Bawah Umur Layani Hidung Belang, Kode Doraemon dan Nobita Bertarif Rp 250-600 Ribu

Hal tersebut disampaikan saat pemberian tali asih kepada puluhan warga Tionghoa di Kota Jambi.

Tali asih diberikan dari Walikota Jambi, dan Wakil Walikota Jambi untuk yang membutuhkan. Tali asih tersebut tidak diberikan dari uang pemerintah, melainkan uang pribadi.

Pembagian tersebut diberikan di halaman Vihara Sakyakirti Kota Jambi.

Rata-rata, warga Tionghoa yang hadir terlihat sekira usia kepala empat ke atas.

"Tali asih diberikan kepada warga Tionghoa yang akan melaksanakan Hari Raya Imlek, ini kan tradisi Tionghoa. Tidak mengenal apakah mereka beragama nasrani, Budha, atau Konghucu," lanjutnya.

Pada acara tersebut, ia juga menyebutkan bahwa peringatan imlek diminta diadakan sederhana. Karena mengingat tren Covid-19 yang belum melandai.

"Jaga kesehatan selalu, jaga pola makan agar dapat selalu melakukan aktivitas dengan baik," ucap Maulana, Wakil Walikota Jambi, menyebutkan.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved