Berita Kerinci
Petani Mengeluh, Ini Het Pupuk Subsidi di Kerinci
"Harga pupuk bersubsidi memang naik dari tahun yang lalu, sesuai dengan Permentan 49 tahun 2020," ungkapnya.
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Para petani di Kabupaten Kerinci mengeluh mahalnya harga pupuk subsidi. Ternyata harga enceran tertinggi (Het) memang mengalami kebaikan.
Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Kerinci, Radium Khalis dikonfirmasi, Senin (1/2/2021).
"Harga pupuk bersubsidi memang naik dari tahun yang lalu, sesuai dengan Permentan 49 tahun 2020," ungkapnya.
Baca juga: Petani di Kerinci Mengeluh Mahalnya Harga Pupuk Subsidi
Baca juga: Satu Nakes Terpapar Covid-19, Pelayanan Puskesmas di Rimbo Bujang Tutup Sementara
Baca juga: Perjuangan Ayu Dewi Bertemu Arya Saloka, Begitu Ketemu Senyumnya Merekah
Dibeberkannya, bahwa Het untuk pupuk Urea yakni Rp 2.250/kg atau Rp 112.500/karung, pupuk ZA Het Rp 1.700/kg atau Rp 85.000/karung. Sedangkan Het pupuk Sp 36 Rp 2.400/kg atau Rp 120.000/karung, NPK Phonska Rp 2.300/kg atau 115.000/karung, Petroganik Rp 800/kg atau Rp 32.000/karung.
"Penyalur di lini IV (pengecer resmi) yang ditunjuk wajib menjual pupuk subsidi kepada petani yang terdaftar pada sistem e-RDKK sesuai Het," jelasnya.
Mengenai adanya keluhan petani, Radium Khalis mengatakan bahwa pihaknya akan turun kelapangan untuk melakukan pengecekan. Dan jika terbukti maka akan ada tindakan yang akan dilakukan.
"Nanti kawan-kawan dari KP3 dan Dinas juga akan cek dan membina ke pengecer," pungkasnya.