Hanya Demi Konten Youtube, Pria Ini Tega Siksa Monyet hingga Dipaksa Makan Cabai, Nasibnya Begini
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan membeberkan sejumlah bentuk penyiksaan yang dilakukan Rian.
TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, menemukan monyet-monyet diduga menjadi korban penyiksaan seorang YouTuber di Jakarta Selatan.
Youtuber itu bernama Rian Mardiansyah, pemilik channel Youtube "Abang Satwa".
Aksi penyiksaan monyet-monyet itu diunggah ke akun YouTube-nya.
Saat ini, lebih dari 100 video di channel Youtube-nya yang berisi kekerasan terhadap satwa telah dihapus.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan membeberkan sejumlah bentuk penyiksaan yang dilakukan Rian.
Baca juga: Soraya Abdullah Meninggal karena Covid-19, Peggy Melati Sukma: Aku Sempat Kirim Pesan Terakhir Ini
Baca juga: Hasil Musrenbang Kecamatan Air Hitam 79 Usulan Difilter Sebab Keterbatasan Anggaran
"Jadi macam-macam bentuk penyiksaannya. Ada yang dia lempar petasan di kuping (monyet)," kata Hasudungan saat dihubungi TribunJakarta.com, Senin (1/2/2021).
Selain itu, Hasudungan menyebut Rian juga menyuruh anak-anak untuk melakukan kekerasan terhadap monyet-monyet liar tersebut.
"Anak-anak kecil disuruh buat tampar-tampar monyetnya. Saya belum nonton banyak videonya, tapi sadis-sadis kelihatannya," ungkap dia.
Sementara itu, Founder Wildlife Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Femke, mengungkapkan Rian juga memberikan makanan yang tidak wajar kepada tiga ekor monyetnya.
"Dia memberikan makanan yang aneh-aneh seperti cabai, kemudian dia ambil video lalu di share. Bisa dibilang monyetnya tersiksa ya," ujar Femke.
Baca juga: Jadwal Liga Inggris Pekan ke 22, Ada Laga Liverpool vs Brighton hingga Man United vs Southampton
Ia menilai Rian tidak seharusnya memelihara hewan liar dan membuatnya sebagai konten Youtube.
"Mungkin bagi dia hal yang lucu, buat hiburan. Tapi bagi kita yang ahli dalam perlindungan satwa liar, jelas melihat monyet ini terekspose terhadap kekerasan. Ini makhluk hidup dan sangat kejam sekali kalau terekspose terhadap hal-hal seperti ini," ucap dia.
Tiga ekor monyet liar bernama Boris, Mona, dan Boim itu kini telah disita petugas Sudin KPKP Jakarta Selatan.
Rian pun mengaku salah dan telah meminta maaf.
"Untuk hewan-hewan yang disita kita serahkan Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur milik BKSDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar kelak dapat direintroduksi di alam liar," kata Hasudungan.
Baca juga: Nia Ramadhani Panen Kritik Usai Tampil Jadi Host TitTok Awards 2021, Dihujat Gegara Berkata Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/19092017_monyet-mati_20170919_200953.jpg)