Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

BILA Benar China Vs NATO Terjadi, Indonesia Disebut Jadi Harapan Terakhir Mendamaikan Perang 2 Pihak

Kini kawasan itu dipenuhi kapal-kapal perang berbagai negara yang siap menuju Laut China Selatan.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
ist
FILE : Kelompok kapal induk AS USS Theodore Roosevelt memasuki di perairan Laut China Selatan, berdekatan Teluk Filipina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Perairan di kawasan Indo - Pasifik saat ini bisa dikataka jadi area yang swaktu-waktu bisa terjadinya perang dunia ketiga.

Kini kawasan itu dipenuhi kapal-kapal perang berbagai negara yang siap menuju Laut China Selatan.

Bahkan banyak pengamat militer dunia telah memprediksi adanya perang besar beberapa saat lagi.

Dimulai dari rencana China untuk membumi hanguskan Taiwan gegara nekat ingin memerdekakan negaranya tersebut.

Baca juga: Makin Panas! Pesawat Tempur China & Pengintai AS Masuki Zona Pertahanan Taiwan di Laut China Selatan

Baca juga: China Persenjatai Kapal Penjaga Pantai, Asia Tenggara Terancam, Indonesia Lakukan Ini!

Baca juga: Seakan Sadar Ancaman dari China, Indonesia Kirim 2 Kapal Perangnya ke Negara Ini, Dalam Misi Apa?

Selain itu isu mengenai rencana Tiongkok menguasai kawasan Laut China Selatan beserta pulau-pulau yang sedang disengketakan dipercayai oleh dunia internasional.

Bagaimana tidak, negara-negara dengan kekuatan militer kuat seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, dan Jerman pun akhirnya mengambil tindakan.

Negara-negara tersebut pun kini telah menyetujui mengirim Angkatan Lautnya ke kawasan Indo-Pasifik.

Ditambah lagi dengan sengketa yang terjadi antara negara-negara di Asia Tenggara dengan Tiongkok kini juga makin meruncing menjadi alasan utama bakal pecah perang terjadi di Laut China Selatan.

Meski demikian, beberapa pakar militer dunia justru menaruh harapan pada Indonesia di tengah konflik yang terjadi di Laut China Selatan.

Indonesia disebut-sebut menjadi satu-satunya negara yang mampu meredam tensi panas di kawasan tersebut.

Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. (AFP)

Baca juga: TERUNGKAP, Kenapa Wika Salim Dijuluki Duta Ketiak, Namun Malu Kala Andre Taulany Minta Pose Andalan

Baca juga: Progres Pengentasan Covid-19 di Batanghari, 25.6 Persen Nakes Telah Jalani Vaksinasi Coronab

Baca juga: MTQ Tingkat Provinsi Tahun 2021 Ini Kabupaten Muarojambi Targetkan Juara Umum

Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Profesor Ary Bainus misalnya menjelaskan peran penting Indonesia.

Pemerintah Indonesia disebut Prof Ary bisa berperan menjadi penengah antara AS dan China dalam konflik di Laut China Selatan.

Bukan tanpa alasan, kedua negara yang sedang bersengketa itu diketahui memiliki kekuatan militer yang sama.

Bahkan Prof Ary menambahkan Indonesia harus segera bertindak bila tak ingin terkena imbas jika perang benar pecah di Laut China Selatan.

"Indonesia mempunyai peluang dalam rangka memediasi permusuhan antara Amerika Serikat dengan China. Kita bisa mengambil peran di situ, terutama berkaitan dengan Laut China Selatan," kata Ary dalam diskusi bertajuk “Arah Kebijakan Presiden Amerika Joe Biden terhadap Indonesia dan Dunia,” Sabtu (30/1/2021), dikutip dari Kompas.com.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved