Khawatir Warga Sipil Saling Bunuh! Amien Rais Kritik Kehadiran PAM Swakarsa :Mohon Ditinjau Kembali

Warga Sipil Saling Bunuh! Amien Rais Khawatirkan Kehadiran PAM Swakarsa : Mohon Ditinjau Kembali

Editor: Heri Prihartono
YouTube Amien Rais Offcial
Amien Rais mengumumkan nama partai barunya, Partai Ummat. Ini lima faktanya termasuk status Amien Rais di PAN. 

TRIBUNJAMBI.COM - Politisi senior Amien Rais meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit membatalkan janjinya.

Menurut pendiri Partai Ummat itu ada satu janji Kapolri yang sebaiknya dibatalkan yakni   mengaktifkan kembali PAM Swakarsa.

Amien Rais meminta Jenderal Listyo Sigit Prabowo membatalkan PAM Swakarsa.

Baca juga: Abu Janda Sebut Islam Arogan Kapolri Listyo Sigit Ditantang, MUI: Masyarakat Sudah Teriak-teriak!

Baca juga: Tangsel Geger, Warga Perumahan Puspitek Panik Diserbu Kawanan Monyet, Petugas Damkar Kewalahan

Baca juga: Rabu Pon Pilihan Jokowi Punya Neptu 14, Apa Istimewanya? Komjen Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri

Yakni mengaktifkan kembali PAM Swakarsa.

Diketahui, PAM Swakarsa pernah aktif 1998 lalu di era Menkopolhukam Wiranto.

Sebelumnya, pendiri Partai Ummat, Amien Rais menanggapi pelantikan Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru.

Amien Rais meminta kepada Listyo Sigit untuk membatalkan PAM Swakarsa yang diwacanakannya.

Hal itu disampaikannya dalam tayangan YouTube pribadinya, Amien Rais Official, Kamis (28/1/2021).

Pendiri Partai Ummat, Amien Rais berkomentar soal janji Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Pendiri Partai Ummat, Amien Rais berkomentar soal janji Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Screenshoot/Chaerul Umam/Tribunnews.com)

Dalam kesempatan itu, Amien Rais mulanya menyampaikan selamat kepada Listyo Sigit atas jabatannya sebagai pemimpin tertinggi di institusi Polri.

Dirinya juga memberikan pujian kepada mantan Kabareskrim Polri itu atas pemaparannya saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan bersama Komisi III DPR RI.

"Waktu saya cermati saat uji kelayakan, saya sesungguhnya melihat yang disampaikan bagus," ujar Amien Rais.

"Namun saya agak miris dan galau ketika Pak Kapolri baru itu sudah merencanakan akan membentuk PAM Swakarsa yang lain dengan PAM Swakarsa gaya 1998 dulu," imbuhnya.

Amien Rais mengaku tidak setuju dengan rencana Listyo Sigit yang akan kembali menghidupkan PAM Swakarsa.

Sebagaimana diketahui, PAM Swakarsa penah ada pada tahun 1998, yang kala itu dibentuk oleh TNI yang diperintah oleh Wiranto selaku Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

Meski sebelumnya Listyo Sigit memastikan PAM Swakarsa kali ini berbeda dengan 1998, Amien Rais mengatakan tetap berpotensi buruk.

"PAM Swakarsa ini punya potensi terjadi proxy killing, jadi orang sipil membunuh orang sama-sama sipil," kata Amien Rais.

"Jadi saya kalau istilah yang lembut mohon ditinjau kembali.

Baca juga: China Kelabakan Setelah Dokumen Rahasia Ini Bocor, Joe Biden Marah AS Langsung Kerahkan Kapal Perang

Baca juga: Amerika Mendadak Tak Jadi Serang China, Sekarang Joe Biden Malah Ajak Tiongkok Kerjasama, Ada Apa?

Baca juga: GAWAT! Ilmuwan Dunia Diusir, China Mendadak Larang WHO Investigasi Virus Corona di Wuhan, Kenapa?

Dibatalkan saja Pak Kapolri dan juga Pak Jokowi, lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," harapnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua MPR itu menilai pembentukan PAM Swakarsa bukanlah usulan dari masyarakat.

Melainkan justru dari Kepolisian dengan tujuan untuk menambah kekuatan.

"Jadi menurut saya ada dua hal, cobalah dibuat survey yang betul-betul objektif, apa betul masyarakat menghendaki munculnya kembali PAM Swakarsa itu," kata Amien Rais.

"Yang kedua saya minta teman-teman DPR jangan diam, tolong Anda sekali ini bicara," pungkasnya.

Janji Listyo Sigit Prabowo

1. Hukum tak boleh hanya tajam ke bawah tumpul ke atas

Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan mengedepankan pendekatan yang humanis di Kepolisian.

Ia mengatakan, di masa mendatang, tidak boleh lagi penegakan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

"Saat ini yang harus diperbaiki sebagai contoh ke depannya tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas, tidak boleh lagi," kata Sigit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/1/2021) pukul 09.40 WIB. (tangkap layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (27/1/2021) pukul 09.40 WIB. (tangkap layar Youtube Sekretariat Presiden) (ist)

Ia menyatakan, tidak boleh lagi ada kasus serupa seperti nenek Minah di Banyumas, Jawa Tengah, yang mencuri tiga biji kakao kemudian diproses hukum hanya demi mewujudkan kepastian hukum.

"Tidak boleh lagi ada seorang anak melaporkan ibunya kemudian ibu tersebut diproses," ujar dia.

Listyo Sigit Prabowo mengatakan, di masa mendatang, Polri harus bersikap arif dalam menyelesaikan perkara di tengah masyarakat.

Sehingga kasus seperti yang dialami nenek Minah tidak perlu terulang kembali.

"Itu yang harus kami jaga, kami mempersiapkan pengawasannya," ucapnya.

Baca juga: Refly Harun Sorot Kasus Tewasnya 6 Laskar Khusus FPI Bisa Seperti Munir, Tergantung Listyo Sigit

2. Polantas tak perlu menilang

Sigit menuturkan akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik di bidang lalu lintas.

Penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik yang dimaksud adalah melalui electronic traffic law enforcement (ETLE).

Sistem ETLE ini sebetulnya bukan program baru.

Sistem ini sudah mulai diterapkan di sejumlah daerah, seperti DKI Jakarta.

"Secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau ETLE," kata dia.

Menurutnya, sistem elektronik ini bertujuan meminimalisasi penyimpangan penilangan saat anggota polisi lalu lintas melaksanakan tugas.

"Ke depan saya harapkan anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas, tidak perlu melakukan tilang.
Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri," ujar Sigit.

3. Hidupkan PAM Swakarsa

Listyo Sigit Prabowo sempat mengatakan akan menghidupkan kembali Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau PAM Swakarsa untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ke depan, tentunya PAM Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan harkamtibmas, jadi kita hidupkan kembali," ujarnya.

Ia mengatakan, PAM Swakarsa akan diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi dan fasilitas-fasilitas yang ada di Polri.

Dengan demikian, kolaborasi dan sinergi dengan Polri makin baik.

"Sehingga, kemudian bagaimana PAM Swakarsa ini bisa tersambung atau ter-connect dengan petugas-petugas kepolisian," ucap Listyo Sigit Prabowo. (POS KUPANG)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved