Breaking News:

Illegal Drilling

Enam Pelangsir Minyak Ilegal di Sarolangun Diamankan, Hendak Bawa ke Sumatera Selatan

Enam orang pelangsir minyak ilegal drillling di Kecamatan Pauh yang hendak ke Sumatera Selatan yakni Rupit diamankan Polres Sarolangun.

Enam Pelangsir Minyak Ilegal di Sarolangun Diamankan, Hendak Bawa ke Sumatera Selatan
Rifani halim
Enam pelangsir minyak ilegal driling amakan saat hendak bawa minyak ke Sumsel Januari 2021

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Enam orang pelangsir minyak ilegal drillling di Kecamatan Pauh yang hendak ke Sumatera Selatan yakni Rupit diamankan Polres Sarolangun.

Pelangsir minyak tersebut menggunakan mobil carry dan toyota Dina dengan jumlah berat 17 ribu liter minyak.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono mengatakan, penangkapan tersebut terjadi pada tanggal 15 dan 16 Januari 2021 kemarin.

"Jadi kita ada melakukan penangkapan sebanyak dua kali ditanggal 15 dan 16 Januari 2021 dan itu pelaku ilegal drilling yang melakukan pengangkutan tanpa izin yang sah," katanya, Senin (28/1).

Lanjutnya, modus yang digunakan para pelaku ini dengan membeli atau mengambil dari pelangsir minyak yang ada di Kecamatan Pauh.

"Jadi dia beli terus kumpulkan sampai banyak hingga satu mobil pickup itu ada dua tedmon sekali angkut."

"Dari 5 mobil pickup itu ada 10 tedmon yang masing-masing tedmon berisi 1 ton, sedangkan yang mobil dyna itu tadi ada 6 tedmon yang berarti 6 ton," jelasnya.

Pihak Polres mengaku tengah mengembangkan kasus ilegal drilling tersebut dan para pelaku beserta barang bukti tengah diamankan di Mapolres Sarolangun untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Kalau menurut mereka itu baru satu kali, cuma kami juga nggak yakin kalau cuma baru kali itu. Mungkin sudah ada beberapa kali dari itu," tandasnya.

Pelaku tersebut terancam sanksi sesuai dengan UU Migas 22 tahun 2001, dan ini ancaman hukumannya 6 tahun maksimal dan denda Rp60 miliar.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved