Gagal Dilantik Bareng Sandiaga Uno, Tawaran Jokowi Ditolak Mentah-mentah, Alasan Tokoh Ini Buat Syok
Di akhir jabatannya sebagai Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo ditawari menjadi Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) namun ditolak.
Gagal Dilantik Bareng Sandiaga Uno, Tawaran Jokowi Ditolak Mentah-mentah, Alasan Tokoh Ini Buat Syok
TRIBUNJAMBI.COM - FX Hadi Rudyatmo berani menolak mentah-mentah tawaran Presiden Jokowi.
Di akhir jabatannya sebagai Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo ditawari menjadi Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
FX Hadi Rudyatmo sudah belasan tahun berkecimpung di pemerintahan. Ia pernah dua kali menjabat Wakil Wali Kota hingga jadi Wali Kota Solo.
Tawaran tersebut cukup mentereng, untuk mengisi kekosongan dalam Kabinet Indonesia Maju sekelas menteri.
Baca juga: Sosok Ini Bongkar Skenario Besar PDIP, Anies Baswedan Bisa KO Jika Nekat Lawan Risma di Pilkada 2024
Baca juga: Cantik Bak Artis Korea, Gadis Manado Ini Buat Politisi Golkar Gelap Mata Sampai Istri Dibuat Begini
Baca juga: Geger di Bandara Mamuju, 3 Polisi Terkapar Ribut dengan Pasukan Elite TNI AU, Gara-gara Rokok!
Namun, tawaran jabatan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu justru ditolak Rudy.
“Saya pilih Jogo Kali (jaga sungai) saja di Solo hahaha,” gurau Rudy kepada TribunSolo.com di Lodji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Rabu (27/1/2021).
Itu diguraukannya saat berbincang santai dengan sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang menemuinya dalam rangka kegiatan Hari Pers Nasional (HPN).
Rudy menjelaskan “Jogo Kali” lantaran rumah kediamannya di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo berada di pinggir Sungai Bengawan Sungai.

Artinya, Rudy memilih tinggal di kediamannya kawasan Pucangsawit setelah masa jabatan Wali Kota usai.
“Sudah dihubungi, di WA (whattsap), bahkan ada yang datang ke sini," jelas dia.
"Saya juga sudah diminta datang ke Jakarta sambil membawa baju resmi untuk pelantikan tanggal 23 Desember kemarin bareng Mas Sandiaga,” tambahnya.
Rudy menjelaskannya sambil menyebut beberapa nama yang menghubungi dan mendatanginya.
Nama-nama tersebut merupakan orang kepercayaan Jokowi di Kabinet Indonesia Maju serta orang terdekat Jokowi.
Guna memastikan kebenarannya, Rudy menunjukkan sejumlah pesan WhatsApp dari orang tersebut.