Timor Leste Dalam Bahaya, Mendadak Lockdown, Ratusan Orang 'Dipaksa' Pulang ke Indonesia, Ada Apa?

Situasi di Timor Leste sedang tidak aman. Benarkah kasus Covid-19 di Bumi Lorosae mulai menghawatirkan.

Editor: Teguh Suprayitno
Via Kontan
ILUSTRASI. Bendera Timor Leste 

Bahkan saat Indonesia memiliki kasus hampir 12.000 kematian, Timor Leste hanya memiliki 0 kematian dengan 28 kasus yang dikonfirmasi.

Selebihnya tidak ada yang aktif, dan tidak ada penularan dari komunitas yang dikonfirmasi.

Mungkin seperti keberuntungan, tetapi Timor Leste juga memiliki manajemen yang baik dan waktu yang bagus dalam melakukan penanggulangan.

Menurut data worldmeters.info, Senin 25 Januari 2021 siang Wita, kasus virus corona tingkat dunia berjumlah 99.774.351, kematian 2.139.031, sembuh 71.746.746.

Amerika Serikat tetap berada di posisi teratas dengan jumlah kasus positif 25.702.125. Sementara Indonesia berada di urutan 19 dengan total kasus positif: 989.262. Sedangkan Timor Leste yang bertetangga langsung dengan Indonesia, terutama wilayah Timor Barat, berada di urutan 202 dengan total kasus virus corona 67 orang, 50 sembuh, 17 dirawat, tidak ada kasus kematian.

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Dalam data yang dihimpun hingga Minggu (24/5/2020) pukul 12.00, korban meninggal akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 1372 orang.
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Minggu (24/5/2020). Dalam data yang dihimpun hingga Minggu (24/5/2020) pukul 12.00, korban meninggal akibat pandemi Covid-19 di Indonesia mencapai 1372 orang. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Meski demikian, ternyata Timor Leste tetap saja memiliki masalah besar, kegagalan dalam pembangunan, dan berjuang setelah kemerdekaan.

Menurut Devpolicy.org, dampak pandemi juga terasa begitu besar pada negara yang baru saja merdeka ini.

Salah satu aspek paling mendesak di tengah pandemi ini adalah status pangan, yang memaksa 60% penduduknya menyediakan 80% pasokan pangan.

Pertanian komersial skala besar tidak pernah berkembang pesat di Timor Leste.

Mayoritas pertanian nasional dilakukan di perkebunan rakyat semi-subsisten dengan menggunakan teknik adat, dan bahkan saat ini sedang menurun.

Setiap tahun Timor Leste mengonsumsi sekitar 134.700 ton beras, namun selama 2018 dan 2019 hanya tumbuh 40.275 ton .

Hasilnya adalah bahwa Timor Leste sangat bergantung pada impor pangan, dan rentan terhadap guncangan global yang mungkin mengganggu mereka.

Ditambah dengan kondisi di mana Covid-19 telah membatasi kemampuan beberapa petani untuk melakukan pekerjaan mereka dan memasarkan produk mereka.

Mudah untuk melihat mengapa pasokan makanan negara itu sekarang berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Situasi ini tidak hanya terjadi di Timor, menurut Program Pangan Dunia (WFP), lebih dari 265 juta orang berisiko kelaparan pada akhir tahun 2020.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved