Breaking News:

Kisah Kapolri Jenderal Hoegeng Terdiam di Makam Soekarno, Pelayat Panjangnya 11 Km

Saya berbisik kepada beliau, ujung paling belakang rombongan ini berada di mana? Beliau menjawab singkat di kota Wlingi.

Kolase Tribun Jabar
Jenderal Hoegeng Imam Santoso. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah mencatat, sejak 1971 s/d 1979 makam Bung Karno tidak boleh dikunjungi umum.

Makam Soekarno juga dijaga sepasukan tentara.

Detik-detik menjelang Soekarno meninggal sangat menyedihkan.

Kabar meninggalnya Sang Proklamator Indonesia, jadi kabar paling menyedihkan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru.

Bung Karno meninggal dalam kondisi amat menyedihkan, mendapat perlakuan tidak selayaknya orang yang pernah menjadi presiden.

Bangsa Indonesia benar-benar berkabung.

Putera Sang Fajar telah pergi dengan status tahanan rumah.

Padahal Soekarno merupakan proklamator kemerdekaan, dan menghabiskan 25 tahun usia hidupnya mendekam dalam penjara penjajah kolonial Belanda demi kemerdekaan negerinya.

Baca juga: Resmi Dilantik Jokowi Jadi Kapolri, Banyak PR Menanti Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Apa Saja? 

Seorang saksi sejarah pun menceritakan bagaimana Soekarno diantar lautan manusia ke peristirahatan terakhirnya.

Anwari Doel Arnowo, sosok saksi sejarah yang hadir dari dekat saat prosesi pemakaman Bung Karno di Blitar, dalam salah satu milis menulis tentang kesaksiannya yang dipersingkat menjadi tulisan di bawah, karena panjangnya kisah yang dibagikan itu.

Halaman
1234
Editor: Edmundus Duanto AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved