Efisiensi Anggaran, Nakes Covid-19 di Muarojambi Dikurangi, Efektif?

Saat dikehui saat ini jumlah pasien Covid-19 yang diisolasi di RSUD Ahmad Ripin nol sementara di BKD terdapat 36 orang berstatus OTG semua.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi tenaga kesehatan 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Meskipun tidak ada penambahan tenaga kesehatan, penanganan Covid-19 di Muarojambi berjalan efektif.

Tidak ada penambahan nakes ini juga disebabkan berkurangnya pasien Covid-19 yang diisolasi di RSUD Ahmad Ripin dan Balai Diklat BKD Muarojambi.

Saat dikehui saat ini jumlah pasien Covid-19 yang diisolasi di RSUD Ahmad Ripin nol sementara di BKD terdapat 36 orang berstatus OTG semua.

Baca juga: Gading Marten Keceplosan Ungkap Perangai Gisel Saat Menikah Tak Begini, Refleks Langsung Klarifikasi

Hal ini disampaikan oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Muarojambi Afifuddin.

"Saat ini kita tidak ada penambahan nakes, malah ada pengurangan sebanyak dua orang dari dokter umum, disamping lonjakan pasien sudah mulai berkurang juga untuk efisiensi anggaran insentif nakes,"jelasnya.

Menurutnya, jika lonjakan naik lagi, dan bertambahnya tempat isolasi berkemungkinan nakes akan di tambah lagi.

Baca juga: 39 Tempat Tidur Tersedia untuk Pasien Covid-19 di RSUD Abdul Manap Kota Jambi

Sejak awal Januari lalu nakes dari dokter umum penanganan Covid-19 dikurangi, karena keterbatasan anggaran pembayaran insentif.

Awalnya untuk nakes penanganan Covid-19 di Muarojambi terdiri dari satu orang dokter spesialis, empat orang dokter umum sedangkan 47 orang perawatnya.

"Terkait efisien ini, untuk jadwal shift kerja nakes yang ada sekarang juga berjalan sangat baik dan tidak masalah hanya saja karena keterbatasan anggaran insentif, Pada awalnya, tahun 2021 ini kita hanya dapat anggaran insentif nakes hanya mencukupi untuk satu bulan Januari saja,"kata Afifuddin.

Baca juga: MAHFUD MD Ungkap Kemendikbud Pernah Larang Siswi Pakai Jilbab: Sekarang Jangan Membalik Situasi

Saat dikehui sumber anggaran untuk insentif nakes tersebut terdapat dua sumber, yakni dana insentif daerah (DID), dan biaya operasional kesehatan dari Kementerian kesehatan.

Insentif satu orang nakes di Muarojambi untuk dokter spesialis 15 juta, dokter umum 10 juta perawatnya 7,5 berbulan, sehingga dari total yang dikeluarkan untuk pembayaran insentif nakes Covid-19 di Muarojambi tiap bulannya mencapai ratusan juta rupiah.

Makanya penganggaran insentif nakes penanganan Covid-19 di Muarojambi hanya cukup untuk bulan Januari saja.

Jika Covid-19 masih berlangsung dan cukup tinggi mereka akan bantu carikan anggaran dari APBD melalui anggaran tak terduga.

"Saya juga berpesan sama nakes yang penting bekerja dulu, namaun pemerintah daerah cukup memfasilitasi namun hanya saja keterbatasan ketersedian anggarannya saja,"tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved