Breaking News:

Polemik PETI

Usulkan Pemerintah Keluarkan Izin Tambang Rakyat, Forkopimda Sarolangun Cari Solusi PETI

Polres Sarolangun mengambil langkah dengan cara melakukan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun tentang pembahasan

Rifani halim
Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Polres Sarolangun mengambil langkah dengan cara melakukan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun tentang pembahasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sarolangun.

Pasalnya Kapolres tak mau terjadi hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat, oleh sebab itu dia mengaku untuk menyikapi hal tersebut lebih mengedepankan prinsip pendekatan humanis kemasyarakatan, melakukan komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral.

“Soal PETI ini tidak bisa dilakukan penindakan langsung namun wajib mengedepankan tahapan humanis, sebab Undang-undang Kepolisian penegakan hukum itu pada titik terakhir yang paling utama adalah menjaga Kamtibmas,” kata Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono, diwawancarai usai mengahadiri acara mencari solusi terkait PETI di Kantor Kesbangpol Sarolangun, Jumat (22/1).

Berkaca pada kejadian tahun 2013 silam terjadinya bentrok antara masyarakat dengan pihak penegak hukum.

“Rasanya penegakan hukum itu percuma kalau Kamtibmasnya menjadi rusuh atau ricuh seperti pada kejadian pada tahun 2013 lalu, ada terjadi korban dari masyarakat dan dari aparat kepolisian. Jadi, hal seperti ini jangan sampai terulang lagi,” katanya lantang.

Ia mengaku mendukung sepenuhnya program dari Kapolda, agar dilakukan upaya mengatasi PETI ini dengan cara humanis dan persuasif.

“Kita sangat sepakat dengan langkah Pak Kapolda terkait PETI ini, lebih ke cara humanis kemasyarakatan dan persuasif,” sambungnya.

Dia mengimbau agar setiap Polsek terus memberikan imbauan dan pendekatan persuasif, melalui sosialisasi ke tengah masyarakat seperti yang dirahkan Kapolda.

“Contohnya ada kemarin seperti di Kecamatan Air Hitam kita melibatkan seluruh stakeholder jadi biar semuanya merasa bahwa masalah PETI ini tidak menjadi tanggung jawab pihak kepolisian dalam mengatasi tapi tugas bersama dan peran semua pihak,” kata AKBP Sugeng Wahyudiono.

Selain itu, dengan tegas dia meminta agar ada solusi terbaik dari pemerintah, seperti segera membuat regulasi Izin Tambang Rakyat (ITR) serta mencari jalan ekonomi penghasilan masyarakat.

“Kita tidak hanya meminta masyarakat untuk menghentikan kegiatan PETI, tapi kita juga wajib mencari solusi penghasilan lain, dan kita juga agar izin tambang rakyat ini dari sekarang diinisiasi oleh pemerintah, baik itu kabupaten maupun provinsi” ungkapnya.

“Sehingga jika ITR ini sudah ada pendapatan asli daerah juga bisa bertambah yang diuntungkan daerah juga, baik itu Pemprov maupun Kabupaten, toh pendapatan itu untuk masyarakat juga seperti pembangunan dan lainnya,” tutupnya.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved