Benarkah SBY Jualan Nasi Goreng, Apa Karena Ekonomi Makin Berat? Ternyata Rasanya Super Enak
Andi Arief politikus Partai Demokrat memamerkan foto baliho Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang membawa nasi goreng.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Andi Arief politikus Partai Demokrat memamerkan foto baliho Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang membawa nasi goreng.
SBY menggunakan batik berwarna merah, senada dengan yang baju yang dipakai Ani Yudhoyono yang sedang membuat nasi goreng.
Di Foto itu, ada 7 pria bersama SBY berada di dekat baliho itu.
Baca juga: Tak Takut Dibully SBY Banting Stir Jualan Nasi Goreng di Cafe Lavani Karena Ekonomi Makin Berat
SBY terlihat menggunakan sweater warna kuning dan sedang memegang nasi goreng.
Di sebelahnya ada meja dan kompor yang diduga digunakan untuk membuat nasi goreng.
Di postingan Andi Arief itu, ia menuliskan cuitan soal ekonomi sulit.
"Ekonomi makin berat, jual nasi goreng jadi opsi." tulis Andi Arief.
Belum diketahui apa maksud dari cuitan Andi Arief itu.
Sebelumnya, nasi goreng memang dan SBY memang sudah akrab di telinga dan pernah menjadi alat 'diplomasi' politik saat.
Kala itu di tahun 2017, SBY pernah menjamu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kediamannya di Puri Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Saat itu, SBY menjamu Prabowo dan para tamu dengan sajian nasi goreng.
Dikutip dari Warta Kota, Partai Demokrat menyebut pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai diplomasi nasi goreng, untuk menggambarkan hangatnya pertemuan antara kedua tokoh itu.
Nasi goreng, menurut Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, adalah makanan yang sangat merakyat dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk SBY dan Prabowo.
Baca juga: Siapa Sosok yang Sakiti Nagita Slavina?Istri Raffi Ahmad Murka : Ternyata Dia Itu Jahat Banget
Masakan itu juga yang kemudian sengaja dihidangkan dalam pertemuan dua jenderal purnawirawan TNI itu.
"Masakan ini merakyat, siapa yang tidak suka nasi goreng? Semua bisa makan nasi goreng dan pertemuan ini kita namakan 'Diplomasi Nasi Goreng'," ungkap Hinca Pandjaitan, Bogor, Kamis (27/7/2017).