Breaking News:

Berita Merangin

Oplos Pupuk, Oknum Kelompok Tani di Merangin diamankan Polisi

Seorang warga Pamenang Kabupaten Merangin terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Muzakkir
Selai mengamankan pelaku, Polres Merangin mengamankan barang bukti 54 karung pupuk KCL merek mahkota oplosan.  

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Seorang warga Pamenang Kabupaten Merangin terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Dia diamankan karena terlibat kasus pupuk oplos. 

Informasi yang dihimpun, pelaku bernama Heri (56) tersebut telah melakukan pengoplosan pupuk berjenis KCL Mahkota. Dia sengaja mencampurkan pupuk yang berkualitas buruk dengan KCL asli. Setelah dicampur, pupuk tersebut dijual kepada petani.

Terbongkarnya hal ini berkat laporan dari masyarakat, dimana banyak petani semangka yang mengaku rusak setelah menggunakan pupuk tersebut.

Setelah mendapatkan informasi, petugas langsung melakukan penyelidikan dan benar saja, pelaku Heri melakukan aktivitas yang merugikan orang lain.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P menyebut jika pelaku telah diamankan di Mapolres Merangin beserta barang bukti pupuk.

"Kita kembangkan dan mengamankan HR beserta barang bukti berupa pupuk oplosan KCL merek markota," kata Kapolres saat konferensi pers, Kamis (21/1).

Kapolres membenarkan jika pupuk KCL merek Mahkota yang dijual pelaku merupakan campuran pupuk jenis ZA dengan pupuk DF. Pupuk KCL merek Mahkota oplosan tersebut dijual HR Rp 200 perkarung.

Dan pengakuan pelaku sudah mengoplos pupuk KCL sejak 2019 dan pupuk KCL oplosan tersebut beredar di wilayah Pamenang dan wilayah Sarolangun.

Pelaku menjual kepada petani melalui jaringannya selaku ketua kelompok tani diwilayah Pamenang. Berkat itu, maka pupuk yang dia oplos laku keras.

"Jadi HR ini juga ketua kelompok tani, jadi pupuk ini beredar dianggota kelompoknya dan juga sekitar wilayah Sarolangun," tambah Kapolres.

Selai mengamankan pelaku, Polres Merangin mengamankan barang bukti 54 karung pupuk KCL merek mahkota oplosan. 

"Pelaku dikenakan pasal 121 Jo pasal 66 UU nomor 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan.
Dan atau pasal 62 Jo pasal 8 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," tandasnya.(*)

Baca juga: Luas Kawasan Terdampak PETI di Provinsi Jambi Makin Meningkat, Kini Capai 39 Ribu Hektare

Baca juga: Beragam Promo Breadtalk Hari Ini, Spesial Breadtalk Delicious Danish Mulai Rp 9.000

Baca juga: Ekspresi Gempi Dapat Ucapan Ulang Tahun dari HONNE dan Agnez Mo: Hai Gempi this is aunty

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved